Pemilik Bangunan Liar Kooperatif saat Pembongkaran di Sepanjang Jalan Masuk Mabes TNI Cilangkap

Warga di sepanjang Jalan Pintu Masuk Delta I (Pintu Masuk Mabes TNI AL), Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur kooperatif saat penertiban bangunan liar.

Pemilik Bangunan Liar Kooperatif saat Pembongkaran di Sepanjang Jalan Masuk Mabes TNI Cilangkap
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Suasana pembongkaran bangunan di Jalan Pintu Masuk Delta I (Pintu masuk Mabes TNI), Selasa (25/6/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Warga di sepanjang Jalan Pintu Masuk Delta I (Pintu Masuk Mabes TNI AL), Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur kooperatif saat penertiban bangunan liar.

Sebelumnya diberitakan, pada Selasa (25/6/2019) sejak pukul 08.30 WIB dilakukan penertiban bangunan liar di lokasi.

Sebanyak 137 bangunan liar yang didominasi oleh warung ini dibongkar oleh dua alat eksvakator. Ada juga bangunan yang dibongkar mandiri oleh para pemiliknya.

Baik yang dibongkar oleh anggota TNI maupun yang dibongkar mandiri, para warga ternyata sudah sadar bahwa bangunan tersebut berada di atas tanah bukan miliknya.

Eko Susanto (36), warga yang memiliki warung menceritakan sudah mendapatkan surat edaran sebanyak 6 kali.

"Sebenarnya kita sudah dapat 6 kali surat edaran. Tapi memang ada beberapa yang masih bandel. Saya sendiri enggak kena penertiban. Sebelumnya pas surat edaran ke-3 dan tidak lama ada penertiban juga, saya kena disitu. Tapi sekarang alhamdulillah tidak," jelasnya, Selasa (25/6/2019).

Sebelum Bertolak ke Tanah Suci, 1.023 Jemaah Haji Tangsel akan Ikuti Manasik Massal pada Akhir Juni

Catat, Ini 26 Kelurahan yang Terzonasi dengan PPDB 2019 Jalur Zonasi di SMPN 5 Jakarta Pusat

Umir, warga lainnya mengatakan hal serupa. Ia mengatakan para warga tetap kooperatif kalau sudah seperti ini.

"Kalau udah begini mereka patuh. Namanya bukan tanah mereka, pas penertiban ya mau, enggak ada perlawanan. Bahkan tadi pagi jam 07.00 WIB masih ada yang jual. Pas ditertibkan ya mau. Semua kooperatif kok," ungkapnya.

Sementara itu menurut perwakilan TNI AL yang enggan disebutkan pangkatnya, Masdi membenarkan para warga kooperatif saat penertiban sejak pagi.

"Warganya kooperatif. Mereka menyadari berada di atas tanah bukan miliknya. Kita juga tidak mau mempersulit warga. Ada juga yang mandiri tertibkan bangunannya," katanya.

Pembongkaran dan penertiban di sepanjang jalan akses masuk Markas Besar TNI AL untuk pelebaran. Dan, untuk langkah selanjutnya atau tindak lanjutnya akan berkordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda).

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved