Penasihat Hukum Sebut Kasus Ratna Sarumpaet Cenderung Dipaksakan

Jelang putusan, penasihat hukum Ratna, Insank Nasruddin, terus berupaya meyakinkan Majelis Hakim jika kliennya tidak bersalah

Penasihat Hukum Sebut Kasus Ratna Sarumpaet Cenderung Dipaksakan
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Penasihat hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, saat ditemui usai sidang duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera Raya, Pasar Minggu, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Persidangan kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet memasuki babak akhir.

Sekitar dua pekan lagi, atau tepatnya pada 11 Juli 2019, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bakal menjatuhkan vonisnya.

Jelang putusan, penasihat hukum Ratna, Insank Nasruddin, terus berupaya meyakinkan Majelis Hakim jika kliennya tidak bersalah.

Bahkan, menurut Insank, dibawanya kasus ini hingga ke meja hijau merupakan sesuatu yang cenderung dipaksakan dan bentuk pembungkaman terhadap Ratna.

"Bahwa ibu Ratna Sarumpaet ini kita tahu bukan orang politik. Tidak pernah bergabung di partai politik. Beliau hanya sudah puluhan tahun sekadar seorang aktivis. Tapi kok equality before the law di sini seolah-olah tidak diterapkan," kata Insank usai sidang duplik, Selasa (25/6/2019).

Ratna Sarumpaet Siap Menerima Vonis yang Dijatuhkan Hakim

Ia juga tidak mengerti alasan Jaksa Penutut Umum (JPU) mendakwa kliennya dengan Pasal 14 ayat 1 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Pasal tersebut, ujar dia, sudah lebih dari 70 tahun tidak digunakan di Indonesia.

"Kenapa dengan Bu Ratna digunakan pasal itu? Ada apa dengan Ibu Ratna? Apakah memang aktivis di negeri ini harus dihancurkan? Harus dimatikan? Itu yang kami keberatan," tutur Insank.

Di sisi lain, Insank tidak ingin berandai-andai tentang vonis yang bakal dijatuhkan Majelis Hakim terhadap Ratna pada 11 Juli 2019.

"Nanti kita lihat. Kami tidak mau menanggapi hal yg masih prematur untuk kami jawab," pungkasnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved