Sebelum Bertolak ke Tanah Suci, 1.023 Jemaah Haji Tangsel akan Ikuti Manasik Massal pada Akhir Juni

Sebanyak 1.023 jemaah haji tengah dalam persiapan untuk keberangkatan yang dibagi ke dalam empat kloter dan dua gelombang mulai 16 Juli 2019 mendatang

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Leo Permana
Replika Kakbah digunakan peserta manasik haji di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (20/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Sebanyak 1.023 jemaah haji tengah dalam persiapan untuk keberangkatan yang dibagi ke dalam empat kloter dan dua gelombang mulai 16 Juli 2019 mendatang.

Kasi PHU Kemenag Tangsel, Ade Sihabudin, mengatakan, jumlah tersebut sudah berkurang dari yang awalnya sebanyak 1.103 jamaah.

"1.103 yang melunasi di Tangsel, yang diberangkatkan 1.023. Karena ada yang mutasi. Mutasi embarkasi, mutasi domisili dan penggabungan mahrom," papar Ade saat dihubungi awak media, Selasa (25/6/2019).

Jika menengok tahun lalu, jumlah jamaah tahun ini meningkat dari yang tahun lalu sebanyak 927 jamaah yang berangkat.

Ade mengatakan, jemaah tengah dalam persiapan termasuk latihan manasik massal pada 29-30 Juni mendatang.

"Paling kita mempersiapkan bimbingan manasik massal kota Tangsel tanggal 29-30 Juni di MAN Insan Cendikia. Setelah manasik massal, paling pembinaan ketua regu dan ketua rombongan," ujarnya.

Selain jemaah, Ade menjelaskan ada sejumlah petugas yang ikut berangkat untuk memperhatikan sisi kesehatan, pembinaan dan pelayanan jemaah.

Catat, Ini 26 Kelurahan yang Terzonasi dengan PPDB 2019 Jalur Zonasi di SMPN 5 Jakarta Pusat

"Jumlah petugas Tangsel sendiri ada enam TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) dan TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia) dari Kemenag. Kalau dari Kementerian Kesehatan, ada tim kesehatan Haji Indonesia, ada dua perawat," ujarnya.

"TPHD setiap kloter ada tiga orang, unsurnya dari masyarakat, dari organisasi Islam dan dari Dinas Kesehatan kota," tuturnya.

Ade menjelaskan perbedaan pelaksanaan haji tahun ini, yaitu adanya zonasi untuk pengelompokan mukim para jemaah.

"Kalau pelayanan yang jelas sudah ada peningkatan dari nasional maupun internasional. Kaya sekarang kan sistem zonasi. Sistem zonasi ini, ini embarkasi mana ditentukan, kaya Banten, DKI dan Lampung di Raudhoh sektornya," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved