Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum Nilai Tak Ada Bukti Kuat

Alam mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa membuktian fakta-fakta yang dapat membuktikan bahwa terdakwa melakukan pembunuhan berencana.

Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Dituntut Hukuman Mati, Kuasa Hukum Nilai Tak Ada Bukti Kuat
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Alam Simamora kuasa hukum terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Senin (24/6/2019) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Alam Simamora, kuasa hukum terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga, Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora menilai, tuntutan pidana mati terhadap kliennya tidak memiliki bukti yang kuat.

Alam mengatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak bisa membuktian fakta-fakta yang dapat membuktikan bahwa terdakwa melakukan pembunuhan berencana.

"Diluar bukti saksi, sebenarnya penuntut umum tidak mampu untuk membuktikan apapun lagi, selain dari bukti surat yang hanya berupa Visum et Repertum yang sebenarnya telah ada pada saat tingkat penyidikan perkara," kata Alam usai persidangan di PN Kelas 1A Bekasi, Senin (24/6/2019).

Untuk itu, kuasa hukum bergarap majelis hakim dapat memberikan keringanan hukuman bagi Haris Simamora.

"Kami selaku penasihat hukum terdakwa dengan segala kerendahan hati, memohon kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara a quo untuk dapat menjatuhkan putusan dengan hukuman pidana yang seringan-ringannya bagi terdakwa," ungkap Alam.

Haris merupakan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan, di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada (12/11/2018).

Bacakan Nota Pembelaan, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Haris Simamora Menangis

Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Haris Simamora Menangis Sesali Perbuatannya

Ini 7 Fakta Kasus Pembunuhan Wanita di Legok: Tersangka dan Korban Sudah Tunangan

Dia mengaku membunuh Daperum Nainggolan dan Istrinya Maya Boru Ambarita dengan menggunakan linggis. Sementara, dua anak Daperum, Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7), dibunuh dengan cara dicekik hingga tewas.

Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai perbuatan terdakwa Haris Simamora melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana mati.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved