VIDEO 2 Orang Jukir Bersenjata Airsoft Gun, Ngaku Jadi Polisi dan Peras Warga di Menteng

Bermodalkan senjata airsoft gun, dua orang juru parkir yang mengaku sebagai polisi peras warga di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Bermodalkan senjata airsoft gun, dua orang juru parkir yang mengaku sebagai polisi peras warga di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.

Para pelaku diketahuai bernama Maulana Jafar (20) dan Maulana Alfi Yasin (23). Keduanya berhasil diringkus petugas kepolisian saat tengah menjalankan aksinya memeras korban bernama Miskadi (29) pada Sabtu (22/6/2019) lalu sekira pukul 02.00 WIB.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Dedy Supriadi mengatakan, peristiwa ini bermula saat korban tengah ngongkrong di sekitar lokasi kejadi bersama dua orang rekannya.

"Saat tengah nongkrong di pinggir kali Jalan Latuharhary, korban disamperi oleh dua pelaku yang berboncengan," ucapnya, Selasa (25/6/2019).

Kemudian, kedua orang pelaku langsung menodongkan senjata api dan meminta korban menyerahkan uang miliknya.

Namun, permintaan pelaku tidak digubris oleh Miskadi. Saat itu, korban malah pergi meninggalkan keduanya.

Tiga Mahasiswa UNAS Terindikasi Positif Konsumsi Ganja dan Sabu

Pemprov DKI Sediakan 9.430 Rusunawa Siap Huni di 12 Lokasi Tahun Ini

Penggerebekan Lokasi Pijat Plus-plus di Tangsel, 13 Terapis Diamankan

"Karena kesal permintaannya tidak dikabulkan, satu orang pelaku langsung mengejar korban dan memukulkan senjata api ke dahi kanannya," ujarnya.

Tak sampai disitu, setelah melakukan penganiayaan, kedua pelaku langsung membawa korban menggunakan sepeda motor.

"Pelaku mengaku polisi dan bilang ke saksi akan membawa korban ke kantor polisi," kata Dedy.

Namun sial bagi pelaku, saat tengah berbonceng tiga, mereka diberhentikan oleh pihak kepolisian yang tengah melakukan operasi cipta kondisi.

Polisi pun langsung menangkap kedua pelaku beserta sepeda motor dan senjata airsoft gun yang digunakan untuk melancarkan aksinya.

"Dari keterangan tersangka, mereka mengaku baru kali ini beraksi. Tapi kami tidak percaya begitu saja dan masih akan tetap kami dalami," ucapnya.

Tak hanya itu, berdasarkan hasil tes urin, para pelaku diketahui positif mengkonsumsi obat terlarang jenis amfetamin.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 dengan ancaman sembilan tahun penjara.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved