VIDEO Tersangka Pembunuh Tunangannya Sendiri di Legok Sempat Kelabui Polisi

Ferdy menjelaskan, Jaka adalah orang terakhir yang bersama korban. Namun ia mengaku sedang berada di tempat lain.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG- Kapolres Tangerang Selatan (Tangsel) AKBP Ferdy Irawan, memaparkan, tersangka pembunuhan wanita, FSL (17) di Legok, Kabupaten Tangerang, sempat mengelabui aparat kepolisian.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, tersangka kasus pembunuhan itu adalah Jaka Ria (19) yang tidak lain adalah tunangannya sendiri.

Ferdy menjelaskan, Jaka adalah orang terakhir yang bersama korban. Namun ia mengaku sedang berada di tempat lain.

"Awalnya saudara tersangka ini tidak mengakui perbuatannya. Ia menyangkal bahwa pada waktu terakhir bersama dengan korban. Ia menyatakan ada di tempat lain pada waktu kejadian. Tetapi saat dilakukan kroscek terhadap alibi-alibi tersangka keterangannya terindikasi bohong semua," jelas Ferdy yang didampingi Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho saat gelar rilis pengungkapan kasus tersebut di Mapolres Tangsel, Senin (25/6/2019).

Penyidik melakukan pemeriksaan fisik terhadap Jaka dan didapat luka cakaran di bagian tangan.

Jaka mulanya berkilah dengan menyebut luka itu ia dapat saat memancing.

Ini 7 Fakta Kasus Pembunuhan Wanita di Legok: Tersangka dan Korban Sudah Tunangan

Bacakan Nota Pembelaan, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Haris Simamora Menangis

Beri Pujian kepada Keponakan Jadi Saksi 02, Mahfud MD Sebut Materi Kesaksian Mentah, Ini Analisisnya

Namun saat ditelusuri lokasi pemancingan, diketahui lokasi tersebut sedang tidak buka untuk memancing karena airnya kering.

"Yang paling menguatkan indikasi bahwa tersangka ini adalah yang melakukan perbuatan. Ketika dilaksanakan pemeriksaan terhadap fisik tersangka terdapat bekas cakaran. Dan setelah kita cocokan luka yang ada di tubuh tersangka dengan sisa daging di kuku korban, secara scientific investigation ada kesesuaian," jelasnya.

Atas perbuatannya itu, Jaka Ria dijerat pasal 84 ayat (4) Undang-undang nomor 35 tahun 2014tentang perlindungan anak dan atau pasal 340 KUHPidana dan tau pasal 338 KUHPidana dan ataunoasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved