Viral Aturan Wajib Pakaian Muslim di SDN Gunung Kidul: Sulit Pakai Sarung, Pemkab Minta Maaf

Poin keempat, dalam surat tersebut juga diperjelas dengan contoh gambar seragam yang wajib dikenakan oleh siswa di SD tersebut.

Penulis: Erik Sinaga 2 | Editor: Muhammad Zulfikar
KOMPAS.com/MARKUS YUWONO
Kepala Sekolah SD Karangtengah III Pujiastuti saat ditemui di kantornya Selasa (25/6/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM, GUNUNG KIDUL- Sekolah Dasar Negeri Karangtengah 3, Desa Karangtengah, Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, menjadi viral.

Pasalnya, sekolah tersebut mengeluarkan peraturan tentang kewajiban mengenakan seragam Muslim untuk para siswa. Aturan itu tertuang dala, surat edaran penerimaan siswa didik baru tahun 2019/2020.

Peraturan itu akhirnya dicabut hingga Pemerintah Kabupaten Bantul meminta maaf. Simak ringkasan TribunJakarta:

Terbitkan surat edaran wajib pakaian muslim

Surat edaran itu diterbitkan pada 18 Juni 2019 dengan tanda tangan Kepala Sekolah SD Karangtengah Pujiastuti. Surat itu memuat empat hal yang menjadi poin penting.

Pertama, pada tahun pelajaran 2019/2020, siswa baru kelas I diwajibkan memakai seragam Muslim.

Kedua, siswa kelas II-IV belum diwajibkan berganti seragam Muslim.

Ketiga, pada tahun 2020/2022, semua siswa wajib berpakaian Muslim.

Poin keempat, dalam surat tersebut juga diperjelas dengan contoh gambar seragam yang wajib dikenakan oleh siswa di SD tersebut.

Terdapat dua contoh seragam, yakni putih merah dan Pramuka.

Murid laki-laki menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang, sedangkan murid perempuan menggunakan rok panjang, baju lengan panjang, dan jilbab.

"Iya kami yang membuat (surat tersebut)," kata Kepala Sekolah SD Karangtengah 3 Pujiastuti saat ditemui Kompas.com di kantornya Selasa (25/6/2019).

Menurut dia, surat itu dibuat oleh dirinya bersama guru lain. Kebijakan tersebut diambil karena semua siswa di sekolah tersebut beragama Islam. Pihaknya mengakui dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunung Kidul.

"Mengakui mas, akan kami revisi. Pembuatan (surat edaran baru) semalam. Insya Allah besok jam 08.00 kami kumpulkan lagi (wali murid). Kami cabut suratnya," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved