Banyak Berdiri Usaha Konveksi, Wilayah Cengkareng Diserbu Para Pendatang Pascalebaran

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mendata pendatang pascalebaran Idul Fitri 1440 H.

Banyak Berdiri Usaha Konveksi, Wilayah Cengkareng Diserbu Para Pendatang Pascalebaran
TribunJakarta.com/Leo Permana
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Dhany Sukma saat ditemui di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mendata pendatang pascalebaran Idul Fitri 1440 H.

Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 14 hingga 24 Juni 2019, dari 10 hari pendataaan pihaknya mencatat ada 31 ribu pendatang yang tiba di Jakarta.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Dhany Sukma mengatakan Jakarta Barat merupakan wilayah nomor dua yang banyak didatangi pendatang.

Sedangkan wilayah Jakarta Timur menjadi wilayah nomor wahid yang diserbu para pendatang.

"DKI Jakarta yang paling banyak didatangi pendatang wilayah Jakarta Timur, itu sudah di atas Jakarta Barat jumlahnya," katanya, Rabu (26/6/2019).

"Jakarta Barat ada sekitar 8.600, di Jakarta Timur sudah di angka 8 ribuan juga beda tipis dengan Jakbar," lanjutnya.

Live Score PSM Makassar vs Becamex Binh Duong, Leg Kedua Semifinal Piala AFC 2019

Ingin Miliki Perut Rata dan Bebas Lemak? Jangan Lewatkan 4 Langkah Ini!

Menjelang HUT Ke-73 Bhayangkara, Polresta Tangerang Gelar Donor Darah

Dhany memaparkan, Kecamatan Cengkareng menjadi wilayah yang paling banyak disasar pendatang di Jakarta Barat.

Ia melanjutkan banyak pendatang bermukim di daerah Kapuk lantaran banyak berdiri usaha konveksi.

"Konveksi di daerah Kapuk, mereka kan akan ngontraknya itu pasti sebagai tenaga kerja di sana, hal itu bisa kita identifikasi," ujarnya.

Ia menyampaikan pihaknya akan kembali melakukan integrasi menggunakan sistem dasawisma pada Juli mendatang.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara de facto pendataan secara keseluruhan di DKI Jakarta.

"Juli kita akan lanjutkan melakukan integrasi menggunakan sistem dasawisma, karena untuk mengetahui secara de facto, dari situlah mudah-mudahan saja kita bisa melakukan pendataan secara keseluruhan di DKI Jakarta," tuturnya.

Penulis: Leo Permana
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved