Pilpres 2019

Kubu Jokowi-Prabowo Diisukan Akan Bergabung, Analis Politik: Kabar Buruk bagi Demokrasi Kita

Adi Prayitno memberikan analisisnya apabila kedua koalisi Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) bergabung di kabinet yang sama.

Kubu Jokowi-Prabowo Diisukan Akan Bergabung, Analis Politik: Kabar Buruk bagi Demokrasi Kita
KOMPAS.com/ABBA GABRILIN
Dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menghadiri deklarasi kampanye damai di Lapangan Silang Monas 

"Kan ada oposisi, oposisi itu jangan on potition, tapi opposite, karena demokrasi yang baik tentu harus punya opposite yang baik," ucap Miftah.

"Kalau saya pribadi, saya lebih setuju, Pak Prabowo dan Gerindra menjadi oposisi di dalam pemerintahan ini, itu kalau beliau (Jokowi) yang dimenangkan."

"Kalau kita yang dimenangkan di MK, saya tidak berharap Pak Prabowo ngajak-ngajak koalisinya Bang Denny (kubu 01-red) untuk bergabung."

Miftah menilai hal itu perlu dilakukan untuk menjaga demokrasi di Indonesia tetap sehat.

"Itu untuk biar sehat saja demokrasi kita," ucap Miftah.

"Cuma apapun itu beberapa kejadian di belakang sudah menunjukkan, dinamika sekeras apapun di internal pendukung Pak Prabowo keputusan tetap ada di beliau," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Analis Politik Prediksi jika Kubu Jokowi-Prabowo Benar Bergabung: Kabar Buruk bagi Demokrasi Kita

Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved