Pilpres 2019

Nilai Hubungan Prabowo dan Organisasi Islam Pendukung Renggang, Faizal Assegaf Beberkan Alasannya

Faizal Assegaf memandang hubungan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan organisasi Islam pendukungnya merenggang.

YouTube Kompas TV
Faizal Assegaf memandang hubungan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan organisasi Islam pendukungnya merenggang. 

Faizal Assegaf kemudian membeberkan alasannya.

Akun Instagramnya Kembali Hilang, Pesan Ustaz Abdul Somad Dibeberkan Derry Sulaiman

Pamer Potret di Pinggir Kolam Renang, Gaya Rok Nia Ramadhani Tuai Sorotan Para Selebgram

Menurutnya Prabowo Subianto tak mengadakan diskusi terlebih dahulu dengan organisasi Islam pendukungnya saat mengambil keputusan.

"Kenapa? karena di internal koalisi ini tidak terjalin dialog dalam pengambilan sebuah keputusan," kata Faizal Assegaf.

"Misalnya begini, sebelum Prabowo masuk sebagai calon presiden itu melibatkan organisasi Islam dan tokoh-tokoh islam dalam ijtima ulama kan,"

"Mestinya ketika masuk ke MK para tokoh ini juga dipanggil beruding, supaya apa? agar tidak ada demo tidak gejolak," tambahnya.

Putra Bungsunya Panggil dengan Sebutan Ini, Suami Nia Ramadhani Terpingkal: Kamu Ada Berapa Papa?

Kriss Hatta Dituntut 4 Tahun Penjara, Pengacaranya Akan Beberkan Foto dan Video Ini di Persidangan

Tak cuma kerenggangan, Faizal Assegaf bahkan menganggap ada ketidak harmonisan antara Prabowo dengan organisasi Islam pendukungnya, seperti PA 212 dan GNPF.

"Kemudian elemen 212 dan GNPF saya menangkap ada disharmoni ada benturan yang kuat antara Prabowo dan kubu elemen islam," jelas Faizal Assegaf.

Ia lantas mengatakan seharusnya Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan organisasi-organisasi tersebut.

"Prabowo harus hadir di ijtima ulama untuk menjelaskan," tutur Faizal Assegaf.

Lagunya Trending 1 YouTube, Suara Ayu Ting Ting Saat Pertama Kali Nyanyi Langsung Diperbincangkan

Nia Ramadhani Berpose di Pinggir Kolam Renang, Model Roknya Jadi Perbincangan Para Selebgram

"Kalau negarawan tidak boleh mendua di sisi lain mendukung hukum MK, di sisi lain mengipas elemen Islam untuk menganggu stabilitas politik," tambahnya.

Menurut Faizal Assegaf tujuan PA 212 mengadakan aksi pada Selasa (26/6/2019) bukan untuk mendesak MK ataupun Jokowi.

"Sasaran mereka bukan untuk menghujat Jokowi, atau MK, apalagi Novel tadi mengatakan 'apapun keputusan MK'," ucap Faizal Assegaf.

"Ada pesan tersirat," imbuhnya.

Sebut Said Didu Saksi Invalid, TKN Beberkan Alasan: Jokowi & Maruf Pertimbangkan untuk Lapor Polisi

Pengakuan Billy Syahputra Dituding Settingan Pacaran dengan Elvia Cerolline: Gue Harus Siap Mental

 Prabowo Imbau Pendukungnya Tak ke MK

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta para pendukungnya agar tidak menggelar aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Mahkamah Konstisusi saat sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved