Pemkot Jakarta Timur Bagikan Surat Keterangan Domisili Sementara ke Pendatang Baru di Penggilingan

Setelah melakukan apel, Anwar langsung membagikan SKDS ke warga pendatang baru yang bermukim sementara di lokasi tersebut.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Wali Kota Jakarta Timur M Anwar bagikan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) dalam pelaksanaan Bina Kependudukan (Biduk) di Sekertariat RW 5 Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Pantauan TribunJakarta.com, Pelaksanaan Biduk baru dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan diawali dengan apel yang diikuti oleh 150 personil gabungan.

Setelah melakukan apel, Anwar langsung membagikan SKDS ke warga pendatang baru yang bermukim sementara di lokasi tersebut.

"Hari ini saya hadir dalam pelaksanaan Biduk di Cakung. Tujuan identifikasi pendatang baru yakni khawatir nanti RT/RW nya tidak tahu pendatang baru di tempat masing-masing.  Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan contohnya terorisme,narkoba dan sebagainya kita lakukan Biduk," kata M Anwar, Rabu (26/6/2019).

Selain itu, guna mempermudah masyarakat dalam berbagai fasilitas seperti fasilitas kesehatan di Ibukota, SKDS diberikan kepada pendatang baru.

Menurut M Anwar, SKDS hanya berlaku untuk setahun. Lewat dari itu pendatang baru diminta untuk memperpanjang kembali.

"Tentunya mereka punya KTP dari tempat asal dan dilampirkan fotokopinya. Kemudian mendapatkan surat pengantar dari RT/RW setempat, pendatang baru bisa memiliki SKDS. Dan, hanya berlaku untuk satu tahun," sambungnya.

Tidak adanya larangan untuk pendatang baru, Anwar mengimbau masyarakat untuk memiliki skill atau keahlian. Skill ini nantinya akan berguna untuk para pendatang yang akan mengadu nasib di Ibukota.

"Kita tidak bisa melarang orang ke mana pun untuk tinggal. Di undang-undang tercantum, setiap warga negara berhak tinggal di mana saja. Mau di DKI atau di Jalan mana. Namun pesan Pak Gubernur sebaiknya yang mau ke Jakarta memiliki keahlian, punya kemampuan, punya skill. Jadi jangan sampai jadi beban kota," katanya.

Sementara itu menurut Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Timur Sukma Wijaya mengatakan data pendatang baru pasca lebar sudah tercatat sebanyak sekitar 9.600 orang.

"Kami baru ada pendataan sejak pasca lebaran. Di jakarta ada 9.600-an pendatang baru. Semua sedang kita proses pembuatan SKDS. Namun pendataan masih terus berlanjut dan data akan terus bertambah," ujarnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved