Jakarta Masuk 3 Besar Kota Terbaik Dunia Terkait Perbaikan Sistem Transportasi dan Mobilitas Kota

Dalam ajang itu, Jakarta masuk ke posisi tiga besar bersama Pune (India), dan Kigali (Rwanda), setelah sebelumnya masuk posisi 15 besar dari 200 kota

Jakarta Masuk 3 Besar Kota Terbaik Dunia Terkait Perbaikan Sistem Transportasi dan Mobilitas Kota
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Uji dinamis moda transportasi light rail transit (LRT) di Stasiun Kelapa Gading Boulevard Jakarta Utara, Minggu (15/7/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR- DKI Jakarta mendapat predikat sebagai satu dari tiga kota terbaik dunia dalam hal perbaikan sistem transportasi dan mobilitas kota. Kabar tersebut diketahui dari unggahan Gubernur DKI Jakarta di akun facebook miliknya.

"Tiga Kota Terbaik Dunia! Ya, Alhamdulillah, Jakarta diakui sebagai satu dari tiga kota terbaik dunia untuk perbaikan sistem transportasi dan mobilitas kota," kata Anies, Kamis (27/6/2019).

Menuru Anies Baswedan, keseriusan membanguna transportasi mendapatkan pengakuan dari lembaga kredibel tingkat dunia. Ini bukan lewat banyak-banyakan voting di sosmed, tapi pengakuan ini didapat dari ajang Sustainable Transport Award yang tahun ini diselenggarakan di Forteleza, Brazil.

Dalam ajang itu, Jakarta masuk ke posisi tiga besar bersama Pune (India), dan Kigali (Rwanda), setelah sebelumnya masuk posisi 15 besar dari 200 kota besar dunia.

"Yang lebih membuat kita bersyukur dan bangga, kita berhasil mengalahkan kota-kota dunia seperti Kingston (Kanada), Richmond (Amerika Serikat), Bogota (Kolombia), dan banyak lainnya," ujar mantan rektor Universitas Paramadina itu.

Sustainable Transport Award (STA) adalah ajang penghargaan tahunan yang menilai perbaikan mobilitas kota dan inovasi sistem transportasi. Dalam STA, visi, konsep dan eksekusi yang dijalankan setiap kota dinilai oleh komite yang terdiri dari lembaga-lembaga global seperti Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Bank Dunia, International Council for Local Environmental Initiatives (ICLEI), dll.

Jakarta sukses meraih posisi tiga besar dalam Sustainable Transport Award atas konsep dan eksekusi integrasi antar moda transportasi publik, peningkatan akses pejalan kaki menuju stasiun dan halte, serta keberhasilan meningkatkan jumlah penumpang TransJakarta sebanyak dua kali lipat dalam waktu dua tahun.

Apresiasi tinggi kita sampaikan kepada jajaran Pemprov dan BUMD yang telah dan selalu bekerja keras, serta kepada pihak lain yang aktif membantu secara konstruktif seperti ITDP Indonesia, teman-teman yang berbagi kisah kota di medsos, dan lainnya.

Jelang Putusan Sidang Sengketa Hasil Pilpres 2019, Massa Berkumpul di Dekat Gedung MK

Setelah Putusan MK, Jokowi dan Prabowo Akan Bertemu

Pegang Tangan dan Pelukan Sebelum Berpisah dengan Sule di Bali, Naomi Zaskia Beri Pesan Ini

Keberhasilan Jakarta masuk tiga besar ini, ditambah dengan penilaian TomTom Traffic Index 2018 bahwa Jakarta mengalami penurunan kemacetan terbesar dibanding 400 kota lain, adalah sebuah pengakuan dunia bahwa kita sedang berada di jalur yang benar dan kita bisa berubah mengatasi tantangan kronis Ibukota.

"Tentu kita tidak akan berhenti di sini. Integrasi transportasi melalui JakLingko terus dikembangluaskan. Perbaikan fasilitas pejalan kaki terus diwujudkan. Tahun ini kita melakukan revitalisasi besar di kawasan Kemang, Cikini, dan Dr. Satrio. Inovasi transportasi terus diciptakan dengan uji coba bus listrik, memfasilitasi moda transportasi mikro mobilitas, dll. Semua kita dorong agar warga dan tamu Jakarta merasakan bahwa berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik itu bukan hanya mudah, aman dan nyaman, tapi juga keren," ungkap Anies.

Penulis: Yulis Tribun Jakarta
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved