Jalan Kalimalang Diusulkan Menjadi Jalan Laksamana Keumalahayati: Ini Penjelasan Walikota

Untuk pergantian nama tersebut, M Anwar menuturkan masih harus berkordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Walikota Jakarta Timur, M Anwar saat menghadiri acara biduk di Sekertariat RW 5 Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (26/6/2019) malam 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG- Berdasarkan permintaan warga, Walikota Jakarta Timur M Anwar masih koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta usulan nama Jalan Laksamana Keumalahayati.

Sebelumnya diberitakan, pada Rabu (26/6/2019) pukul 13.00 WIB, Sudin Bina Marga Jakarta Timur, Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Komandan Denma Mabes TNI mengadakan rapat ruang rapat Wakil Walikota, Kantor Walikota Jakara Timur Blok A Lantai 2.

Ada dua hal yang dibahas yakni permohonan pelebaran jalan/akses masuk Mabes TNI dan  membahas usulan nama Jalan Laksamana Keumalahayati menggantikan nama Jalan Kalimalang.

Untuk pergantian nama tersebut, M Anwar menuturkan masih harus berkordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Itu kan keinginan-keinginan warga, tentu kita harus koordinasi dengan Tingkat Provinsi. Kalau keinginan sih boleh-boleh saja, tapi kalau disetujui atau tidak kan nanti dalam rapat koordinasi," katanya.

Banyak hal yang harus dipertimbangkan terkait hal tersebut. Anwar masih harus melihat sejarah di balik nama tersebut.

"Nanti dilihat nama itu dari mana? Apakah dia pejuang 1945 atau siapa? atau punya historis?. Biasanya kalau punya historis disetujui. Tapi kalau tidak jelas, saya pikir Pemerintah Provinsi akan berpikir dua kali," sambungnya.

Dikutip dari wikipedia.org, Keumalahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.

7.400 Penduduk Menetap di Jakarta Utara Pascalebaran

Maruf Amin Tidak Hadir Saat Sidang Putusan Sengketa Pilpres di MK: Ini Pesannya Kepada Tim Hukum

Robert Alberts Baru Persembahkan 1 Kemenangan Buat Persib, Bagaimana Rapor Mario Gomez Dulu?

Pada tahun 1585–1604, dia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Ia memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid). Pada 11 September 1599, ia berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda. Dan, membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal.

Atas keberaniannya itulah ia mendapatkan gelar Laksamana dan dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved