Penerima Dana Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Bakal Diblokir Apabila Penerima Malas Kuliah

Nantinya para penerima KJMU yang mengenyam pendidikan D4 akan mendapatkan dana bantuan sampai semester 6.

Penerima Dana Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Bakal Diblokir Apabila Penerima Malas Kuliah
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Dewi Lestari, Koordinator KJMU saat ditemui di Kantor Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Opersional Pendidikan (UPT P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Jatinegara Timur IV, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pemblokiran dana Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akan dilakukan apabila penerima terbukti malas kuliah dan berasal dari keluarga mampu.

Terhitung sejak pendistribusian KJMU tahap II tahun 2016 sampai pendistribusian tahap I tahun 2019, sebanyak 5.061 sudah didistribusikan dari 90 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Para penerima berhak menerima dana bantuan sebesar Rp 9 juta persemesternya. Dan, diberikan dalam dua tahap. Tahap pertama untuk dana personal dan tahap kedua untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT).

"Dana yang diberikan Rp 9 juta persemesternya. Namun bila nanti penerima terbukti malas kuliah setelah adanya laporan dari pihak PTN ke Dinas Pendidikan maka akan kita berhentikan," kata Dewi Lestari, Koordinator KJMU di Kantor Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Pendanaan Personal dan Opersional Pendidikan (UPT P4OP) Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jalan Jatinegara Timur IV, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (27/6/2019).

Selain itu, bila nantinya pihak kampus, mahasiswa ataupun masyarakat mengadukan ke Dinas Pendidikan terkait pemalsuan data keterangan tidak mampu, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta akan melakukan verifikasi ulang.

Penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Keluhkan Pencairan Dana Sering Terlambat

"Bila nanti ada aduan pasti langsung kita datangi kita cek kembali. Apakah benar dari keluarga mampu dan menyalahi persyaratan. Tapi alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan kasus seperti itu. Sebab mereka ini datanya dari basis data terpadu (BDT) juga," sambungnya.

Nantinya para penerima KJMU yang mengenyam pendidikan D4 akan mendapatkan dana bantuan sampai semester 6.

Kemudian untuk D3 dan S1 akan diberikan bantuan sampai semester 8.

Para penerima bantuan juga akan diberikan perpanjangan bantuan selama 2 semester, apabila pada semester yang seharusnya masih belum dinyatakan lulus. Tentunya dengan disertai bukti dan keterangan dari PTN terkait masalah tersebut.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved