Demi Kualitas Udara yang Baik di Jakarta, Gubernur Anies Diminta Buat Aturan Larang Jenis BBM Ini

Ahmad Safrudin menyebut, empat bensin ini diantaranya premium, pertalite, solar, dan dexlite.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar menghapus empat jenis Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ahmad Safrudin menyebut, empat bensin ini diantaranya premium, pertalite, solar, dan dexlite.

"Saatnya Gubernur juga membuat satu ketentuan bahwa premium 88, pertalite 90, solar 48, dexlite, itu harus dilarang diperdagangkan di Jakarta," kata Ahmad Safrudin, pada acara 'Malapetaka Pencemaran Udara Jakarta', di Lantai 12 Gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Empat jenis BBM tersebut, sambungnya, merupakan bahan bakar yang dapat mencemari polusi udara.

"Solar 48 dan dexlite itu jangan dipakai lagi. Itu empat bahan bakar yang mencemari polusi udara. Jadi harus menggunakan bahan bakar yang sesuai. Kayak Pertamina, Shell, Petronas, Total, itu kan punya bahan bakar bensin dengan okta number RON 92. Kemudian yang kedua, ada yang 95, kalau Pertamina ada yang 92 dan punya 98, yaitu Pertamax dan Pertamax Turbo," jelasnya.

"Untuk solar, juga demikian. Pertamina punya Perta dex. Shell punya super diesel kalau tidak salah ya. Yang lain-lain juga punya. Artinya bahan bakar yang di atas 92 yang harus kita gunakan kalau udara kita mau bersih, begitu," pungkasnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved