Ini Alasan Korban Pencurian yang Dilakukan Satu Keluarga Tak Laporkan Kasusnya ke Polisi

Agus Byson mengaku sudah mengikhlaskan ponselnya yang raib dicuri pelaku yang diduga satu keluarga dengan melibatkan suami, istri dan anak kecil.

Ini Alasan Korban Pencurian yang Dilakukan Satu Keluarga Tak Laporkan Kasusnya ke Polisi
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Agus Byson, korban pencurian ponsel yang dilakukan diduga oleh satu keluarga. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Agus Byson mengaku sudah mengikhlaskan ponselnya yang raib dicuri pelaku yang diduga satu keluarga dengan melibatkan suami, istri dan anak kecil.

Karenanya, ia tak melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke polisi.

"Saya anggap ini musibah lah karena handphonenya juga udah lama dan kardus serta kwitansi pembayarannya juga udah enggak ada," kata Agus di toko laundrynya di Jalan Sosial, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (28/6/2019).

Terkait viralnya video pencurian di toko laundrynya tersebut, Agus menegaskan hal itu untuk mengingatkan kewaspadaan kepada masyarakat agar tak mengalami kejadian sepertinya.

Sebab, ia menyebut tindakan pelaku sangat ironis lantaran melibatkan anak kecil untuk menjadi pencuri.

"Ini kan ironis ya, anak kecil diajarin jadi pencuri dan memang sudah sangat terencana sekali modusnya," kata Agus.

Diberitakan sebelumnya, aksi pencurian yang melibatkan tiga orang diduga satu keluarga terjadi di sebuah toko laundry.

Aksi tersebut terekam CCTV yang terpasang di seberang toko laundry tersebut dan viral di media sosial.

Di Kecamatan Benda Belum Ada SMA, Bagaimana dengan Penerapan Sistem Zonasi?

Pengemudi Grand Livina Tabrak Angkot dan Pemotor di Matraman

Agus meyakini pelaku memang sudah kerap kali melakukan pencurian dengan modus serupa.

Dalam kasus ini, pelaku perempuan bermodus ingin mengambil cucian yang di laundry di toko tersebut meski tak memiliki bukti penyerahan cucian.

Hal itu untuk mengalihkan perhatian korban hingga sang anak yang tak dicurigai bertugas untuk mengambil ponsel dan memasukannya ke dalam kantong.

Sedangkan pelaku laki-laki bertugas mengawasi lokasi dari atas sepeda motornya.

"Mereka itu mukanya ditutupin semua pakai masker dan helm jadi enggak ketahuan wajahnya dan langsung kabur saat si anak sudah ambil handphone saya," kata Agus yang menyebut motor pelaku juga tida dilengkapi dengan plat nomor belakang.

Atas kejadian tersebut, Agus mengalami kerugian sebesar Rp 1 juta.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved