Pilres 2019

KPU Berharap Jokowi dan Prabowo Hadiri Rapat Pleno Hari Minggu, Imbauan Tak Buat Perayaan di Jalan

"Kami berharap paslon 01 dan 02 bisa melakukan konpers bersama. Jadi mudah-mudahan, beliau paslon 01 dan 02 punya waktu cukup," kata Ketua KPU Arief.

ISTIMEWA/Dokumentasi Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin
Joko Widodo dan Prabowo Subianto menunjukan nomor urut di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jumat (21/9/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) berharap seluruh pihak yang diundang, khususnya kedua pasangan calon Pilpres 2019 dapat hadir dalam rapat pleno terbuka di Kantor KPU RI, Minggu (30/6/2019) besok.

Sebab, KPU sudah menyiapkan sesi khusus bagi mereka.

Kedua paslon, Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga akan diberikan kesempatan untuk melangsungkan konferensi pers (konpers) secara bersama-sama.

"Kami berharap paslon 01 dan 02 bisa melakukan konpers bersama. Jadi mudah-mudahan, beliau paslon 01 dan 02 punya waktu cukup, tidak ada halangan untuk menghadiri rapat pleno terbuka," tutur Ketua KPU RI Arief Budiman dalam konferensi pers di media center KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) malam.

Baca Pesan Hoaks Lowongan Kerja, 10 Orang Datang Melamar Jadi Pemandi Jenazah di RSUD Pasar Rebo

Rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih akan dimulai pukul 15.30 WIB dan diperkirakan selesai 17.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, KPU turut mengundang penyelenggara Pemilu lainnya seperti Bawaslu, dan DKPP.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, sebelum memberi keterangan terkait sidang PHPU, di area Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman, sebelum memberi keterangan terkait sidang PHPU, di area Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Kementerian/Lembaga yang bekerja sama dengan KPU semisal TNI, Polri, Kemendagri, dan Kemenlu juga diundang.

Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta Pemilu, partner pemantau Pemilu, dan Non Governmnet Organization (NGO) di bidang kepemiluan juga masuk daftar undangan.

Secara spesifik kata Arief, dua pihak paslon Pilpres akan mendapat masing-masing jatah 20 undangan.

Untuk pendistribusiannya akan disampaikan Jumat (28/6/2019) siang.

"Besok undangan sudah akan didistribusikan, mudah-mudahan malam ini bisa diselesaikan, sehingga siang sudah bisa dikirimkan," kata Arief.  

Prabowo tak akan hadir

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menuturkan, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak akan hadir dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Minggu (30/6/2019).

Menurut Muzani, lazimnya Prabowo tak perlu hadir saat penetapan pasangan calon terpilih.

Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani.
Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani. (Tribunnews.com)

"Saya kira kelazimannya selama ini enggak ya. Di pilkada juga enggak juga seperti itu. Jadi cukuplah," ujar Muzani di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Ketua KPU: nggak semarak kalau cuma satu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menaruh harapan besar kepada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi agar datang ke rapat pleno penetapan paslon Pilpres terpilih, Minggu (30/6) besok.

Sebab bila yang datang hanya sebagian pihak saja, Ketua KPU RI Arief Budiman merasa tahapan paling akhir pemilihan presiden 2019 tak akan berjalan semarak.

Apalagi, Arief berupaya mengubah kondisi yang pernah terjadi pada penetapan Pilpres tahun 2014 lalu. Dimana ketika itu Prabowo-Hatta tidak datang dalam penetapan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai presiden terpilih.

"Kurang semarak kalau yang dateng cuma salah satu (paslon). Ya makanya sekarang saya berharap dua pasang," kata Arief di KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Bicara soal taktik bagaimana upayanya menghadirkan kedua paslon, KPU hanya sebatas menyampaikan undangan resmi ke yang bersangkutan, dan juga dibantu peran informasi lewat media-media massa.

Ketua KPU RI Arief Budiman
Ketua KPU RI Arief Budiman (TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO)

Undangan menghadiri rapat pleno penetapan paslon terpilih sudah didistribusikan pada Jumat siang tadi.

Harapannya, para peserta Pemilu bisa mengonfirmasi kehadirannya, berikut daftar para pendukung yang hadir pada Sabtu (29/6) besok.

"Kami berharap besok mereka sudah mulai mengonfirmasi siapa yang datang, kan masing-masing paslon juga kita berikan 20 undangan untuk para pendukungnya, nanti juga kita minta daftar para pendukungnya yang hadir siapa saja," ujar Arief.

KPU minta pendukung tak buat perayaan berlebihan

KPU RI bakal menggelar rapat pleno penetapan Joko Widodo-Maruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024, Minggu (30/6/2019) pukul 15.30 WIB.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengimbau kepada para relawan pendukung untuk tidak turun ke jalan.

Ia meminta relawan kedua paslon jangan membuat seremoni-seremoni seperti pawai festival dan sejenisnya.

Sebab Minggu besok bukan lagi ajang pertunjukan apalagi kampanye.

"Nggak usah, ini kan rapat pleno penetapan, bukan ajang pertunjukan, atau ajang kampanye," kata Arief saat ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Arief mengatakan rapat pleno penetapan capres terpilih akan diselenggarakan secara terbuka di lantai 2 gedung KPU RI dan disiarkan langsung oleh stasiun-stasiun televisi.

Selayaknya acara resmi, rapat pleno besok akan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, menyelesaikan dokumen administrasi berita acara dan kemudian penetapan calon terpilih.

Selanjutnya, setelah surat keputusan penetapan resmi diberikan ke pihak-pihak terkait, lalu KPU memberikan kesempatan kepada Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi untuk memberikan kata sambutannya.

Pada kesempatan itu, Arief berharap kedua paslon bisa memanfaatkan momen menjelaskan ke seluruh masyarakat Indonesia terkait harapan-harapan mereka untuk negeri ini lima tahun ke depan.

"Nah itu akan diberikan kesempatan secara bergantian, berurutan. Setelah itu kami menyediakan ruang konferensi pers di halaman parkir KPU," jelas Arief.

Usai pemberian kata sambutan, kedua paslon dipersilakan masuk ke area tenda yang berdiri di halaman parkir gedung KPU untuk melakukan konferensi pers bersama-sama.

"Silakan masing-masing paslon memberikan konferensi pers nya disitu. Mungkin nanti bisa dilakukan bersamaan," kata Arief.

Diketahui, penetapan calon presiden dan wakil presiden terpilih akan digelar Minggu (30/6/2019) pukul 15.30 WIB di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

Penetapan calon terpilih ini menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan memimpin Indonesia periode 2019-2024.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengundang paslon nomor urut 01 dan nomor urut 02 untuk hadir dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.

Ketua KPU Arief Budiman berharap, kedua paslon dapat hadir dalam acara tersebut.

Selain mengundang kedua paslon, KPU juga mengundang partai politik peserta pemilu serta kementerian/lembaga terkait.

"Saya berharap peserta pemilu (presiden) bisa hadir semua, paslon 01 dan 02. Kurang semarak kalau yang datang cuma salah satu," kata Arief di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

"Kami tentu berharap (undangan) hadir. Karena ini momentum bersejarah dalam perjalanan, bukan hanya demokrasi di Indonesia, tapi juga tata pemerintahan kita," ucapnya. (Tribunnews.com/Danang)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved