Masuk ke Indonesia Berulang Kali Gunakan Bebas Visa Kunjungan, Warga China Ini Ditolak di Manado

"Yang bersangkutan kami periksa lebih lanjut guna mengetahui maksud dan tujuan kedatangan ke Indonesia," tulis Hendrik dalam keterangan tertulis

Masuk ke Indonesia Berulang Kali Gunakan Bebas Visa Kunjungan, Warga China Ini Ditolak di Manado
Shutterstock
Ilustrasi Imigrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM, MANADO- Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado menolak seorang perempuan warga negara asing (WNA) China, Zhu Ke dengan nomor paspor E99660xx masuk wilayah Indonesia, Rabu (26/6/2019).

Yang bersangkutan tiba di Manado dengan penerbangan Lion Air JT2750.

Hendrik Rompis, supervisor Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Sam Ratulangi Manado menjelaskan, yang bersangkutan saat diperiksa telah berulangkali kali masuk Indonesia dengan menggunakan bebas visa kunjungan yang berlaku 30 hari.

"Yang bersangkutan kami periksa lebih lanjut guna mengetahui maksud dan tujuan kedatangan ke Indonesia," tulis Hendrik dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (27/6/2019) malam sekitar pukul 21.30 Wita.

Selain itu, kata Hendrik, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan petugas seksi Intelijen dan Penindakan.

"Dari hasil koordinasi pengawasan keimigrasian dan intelijen didapati keberadaan yang bersangkutan telah melakukan kegiatan yang melanggar ketertiban umum selama berada di Indonesia,” kata dia.

Secara terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Friece Sumolang menjelaskan, prinsip keimigrasian Indonesia menganut asas selective policy atau kebijakan selektif dimana hanya orang asing yang memberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum, diperbolehkan masuk dan berada di wilayah Indonesia.

“Karena itu petugas kami di bandara harus selektif memeriksa dan memberi izin orang asing masuk wilayah Indonesia," kata Friece.

Ia menambahkan, imigrasi juga mendapatkan informasi dari masyarakat tentang kegiatan yang bersangkutan telah menyalahi peraturan serta mengganggu ketertiban umum.
"Yang bersangkutan telah dipulangkan di hari yang sama dengan pesawat Lion Air JT 2743 tujuan Changsa. Penolakan masuk atas orang asing seperti ini adalah bagian menjaga kedaulatan NKRI,” tambahnya.

Berdasarkan data, kantor Imigrasi Manado hingga pertengahan Juni 2019 telah memeriksa 65.567 penumpang yang masuk melalui Bandara Samrat.

Persib Vs Bhayangkara FC: Robert Alberts Sebut Pemain Pelapis Belum Siap Gantikan Ezechiel

Anak 10 Tahun Harus Melihat Ayahnya Ditangkap Sebagai Pembunuh Ibunya, Sang Nenek Protes

Viral Pernikahan dengan Mas Kawin 3 Butir Telur & Uang Rp 16 Ribu, Begini Faktanya

Dari jumlah tersebut, penumpang dari China menempati urutan teratas dengan jumlah 48.906 orang, disusul Jerman 917 orang, Singapura 811 orang, USA 618 orang dan Inggris 404.

"Semoga dengan penolakan masuk ini tidak akan mengganggu tingginya minat warga negara China datang ke Sulut. Oleh karena itu saya mengimbau masyarakat untuk ikut memberi informasi kepada Imigrasi Manado melalui nomor 08114326010 sehingga menjamin terciptanya suasana kondusif bagi orang asing berkegiatan di Sulut,” kata dia.

Penulis : Kontributor Manado, Skivo Marcelino Mandey

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ganggu Ketertiban Umum, Seorang Warga China Ditolak Masuk Indonesia

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved