Nyamar Jadi Pengirim Buah Naga, Irsal Terciduk Polisi Bawa Sabu 1 Ton

Irsal Akbar alias Ical (24), warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ditangkap aparat polisi saat sedang mengangkut narkoba jenis sabu

Nyamar Jadi Pengirim Buah Naga, Irsal Terciduk Polisi Bawa Sabu 1 Ton
Kompas.com/Himawan
Irsal Akbar alias Ical (tengah), kurir narkoba jaringan internasional (Malaysia-Pinrang) saat dihadapkan pada konferensi pers oleh Polrestabes Makassar, Jumat (28/6/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASSAR - Saat sedang mengangkut narkoba jenis sabu seberat 1 kilogram, Irsal Akbar alias Ical, warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ditangkap aparat polisi di perbatasan Kabupaten Maros-Kota Makassar, Selasa (25/6/2019) siang lalu.

Saat akan dilakukan pengembangan, pelaku berusaha melarikan diri dari kawalan polisi.

Dengan terpaksa petugas memberikan tindakan tegas dan terarah di betis kanan pelaku.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, Ical tertembak usai hendak melarikan diri dari kawalan polisi.

"Jadi penyelidikan ini setelah lebaran. Peran yang bersangkutan ialah kurir pengantar. Jadi barang ini itu datangnya dari jaringan Malaysia-Pinrang (Sulawesi Selatan)," kata Wahyu saat konferensi pers di halaman Polrestabes Makassar, Jumat (28/6/2019).

Wahyu mengatakan, Ical berpura-pura menjadi pengirim buah naga dari Pinrang ke Makassar dengan menggunakan mobil Toyota Hilux saat hendak memasukkan narkoba itu ke kota Makassar.

3 Perempuan Singkawang Diselamatkan, Diduga Akan Dijual ke Tiongkok untuk Dinikahkan

Donald Trump Bagikan Permen ke Presiden Jokowi dan Pemimpin Negara G20

Marko Simic Harap Persija Jakarta Dapat Segera Main di GBK

Di bagian belakang mobilnya, berisikan buah naga sementara narkoba yang terbagi menjadi 26 sachet disimpannya di jok depan.

Wahyu mengungkapkan bahwa kejadian ini sudah yang kedua kalinya ia lakukan di mana pada pengiriman pertama ia berhasil meloloskan pengiriman sabu seberat 1 kilogram ke Kota Makassar.

"Jadi dia dibayar Rp 2,5 juta setiap kali beraksi. Jadi kamuflase dari Pinrang mobil mengangkut buah," jelasnya.

Oleh polisi, Ical disangkakan pasal 114 ayat (2) atau 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Polisi juga kini mencari dua orang yang diduga menjadi bandar narkoba tempat sabu yang diambil Ical setiap kali beraksi.

Dua orang itu, ucap Wahyu salah satunya berasal dari Kabupaten Pinrang.

"Jadi ada dua yang DPO. Satu dari Pinrang dan satunya lagi dari Malaysia," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kurir Narkoba Jaringan Malaysia-Pinrang Ditembak Polisi

Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved