Breaking News:

Pilpres 2019

Prabowo Subianto Disebut Antidemokrasi, Faldo Maldini Membantah: 3 Kali Ikut Pemilu Kalah Semua

Prabowo Subianto ramai disebut sebagai sosok yang antidemokrasi. Faldo Maldini lantas memberikan pembelaannya terkait tudingan kepada Prabowo.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Wahyu Aji
YouTube Faldo Maldini
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Faldo Maldini mengomentari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil suara Pilpres 2019. 

Faldo Maldini menganggap bahwa bila ada yang berpikiran bahwa kekalahan Prabowo-Sandiaga juga kekalahan bagi umat islam hanya terlalu jauh pemikirannya

"Ini juga dianggap kekalahan umat islam, terlalu jauh lu berpikir, karena setau gua yang bertarung semua agamanya islam kok, dan perjuangan untuk policy yang pro terhadap umat islam tidak akan pernah berhenti dengan kekalahan pak Prabowo kita akan terus berjuang," kata Faldo Maldini.

"Lu bayangin Pak Jokowi dipantengin sama ulama, aksi massa sebanyak 212 itu, pasti siapapun presiden terpilih pasti tidak ngawur mengeluarkan kebijakan untuk umat mayoritas di Indonesia," tambah Faldo Maldini.

Hakim MK Bacakan Putusan Sengketa Pilpres, Tim Hukum 02 Denny Indrayana Malah Begini di Ruang Sidang

Dihujat Karena Ejek Fairuz A Rafiq Ikan Asin, Galih Ginanjar Merasa Tersudut: Faktanya Memang Begitu

Faldo Maldini kemudian mengatakan hormat pada Prabowo Subianto.

Faldo Maldini menganggap Prabowo Subianto sebagai pejuang demokrasi.

"Gua harus menyatakan hormat dan respect pada Prabowo sebagai pejuang demokrasi," kata Faldo Maldini.

Faldo Maldini menganggap Prabowo Subianto berhasil mematahkan argumentasi dan tuduhan bahwa dirinya anti demokrasi karena ikut serta sebagai peserta Pemilu sebanyak tiga kali.

Penelusuran TribunJakarta.com di Pilpres tahun 2009, Prabowo Subianto maju bersama Megawati Soekarnoputri.

Namun pasangan ini gagal meraih kemenangan.

Calon presiden Megawati Soekarnoputri dan calon wakil presiden Prabowo Subianto mengisi hari tenang menjelang pemilu presiden dengan masak bersama di kediaman Megawati di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2009).
Calon presiden Megawati Soekarnoputri dan calon wakil presiden Prabowo Subianto mengisi hari tenang menjelang pemilu presiden dengan masak bersama di kediaman Megawati di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2009). (kompas)

TKN Berencana Laporkan Saksi Sidang MK Prabowo-Sandi, Jubir BPN: Kita Sudah Biasa Dipenjara Kok

MK Tolak Seluruh Gugatan, Tim Hukum Prabowo Kompak Lakukan Ini, Denny Indrayana Beri Isyarat Tangan

Pilpres saat itu dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono-Budiono

Di Pilpres tahun 2014, Prabowo Subianto menggandeng Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa.

Pasangan Prabowo-Hatta harus mengakui keunggulan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tahun ini, Prabowo Subianto maju lagi dan kembali menantang Jokowi sebagai petahana.

Prabowo menggandeng Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved