Breaking News:

Pilpres 2019

Ungkap Harapan untuk Jokowi Usai Putusan MK, Salim Said: Fitnah Itu Alat Kampanye Kotor

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan (Unhan), Prof. Salim Haji Said angkat bicara mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Erik Sinaga
TribunKaltim
Salim Said 

"Maka tantangan dihadapi oleh Pemerintahan Jokowi adalah bagaimana cara mengatasinya. Saya kira harus bermula kepemimpinan Jokowi. Dia betul-betul dapat mandat dan menjaga pemikiran orang bahwa dia tak diperalat oleh orang sekitarnya," tutur Salim Said.

Setelah Putusan MK, Yusril Berharap Kedamaian, Andre Rosiade Janji Berjuang di DPR

Beri Pujian ke Prabowo Setelah Putusan MK, Jokowi: Beliau Punya Visi Sama untuk Bangun Indonesia

Salim Said mengungkapkan, Jokowi harus menjadi dirinya sendiri meski terpilih menjadi Presiden RI dan semakin banyak orang baik yang berada disekitarnya.

"Saya harap Pak Jokowi makin jadi diri sendiri sehingga tak ada lagi isu bahwa ada orang lain yang menumpang di sana," ujar Salim Said.

Salim Said mengatakan, hal tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang percaya dengan Jokowi.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama KH Maruf Amin di kediaman Maruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama KH Maruf Amin di kediaman Maruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

"Pemerintah yang tak dipercayai itu tak akan efektif. Tantangan Jokowi itu harus merehabiliter kepercayaan masyarakat supaya bisa mengelola Indonesia," kata Salim Said.

Salim Said berpesan agar masyarakat tak main-main karena Negeri Indonesia merupakan satu-satunya dan kalau tak dikelola dengan baik, semua warga akan rugi.

Viral Pernikahan dengan Mas Kawin 3 Butir Telur & Uang Rp 16 Ribu, Begini Faktanya

Ramalan Zodiak Jumat, 28 Juni 2019: Cancer Kelelahan, Libra Hari Ini Keberuntunganmu

Untuk itu, penting agar Jokowi mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk mengelola negara demi kemajuan ke depannya.

"Saya berharap segera orang yang berbeda pendapat itu bersatu kembali karena tak ada alasan untuk saling mencurigai dan fitnah memfitnah. Fitnahan itu alat kampanye kotor dan terjadi karena desain politik kita," beber Salim Said.

Simak videonya:

Salim Said mengungkapkan, sebaiknya saat ini desain politik Indonesia itu dipikirkan supaya kita belajar dari pengalaman buruk bahwa 20 persen presidential threshold menjadi perpecahan tajam di masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved