Viral Satu Keluarga Curi Ponsel di Toko Laundry

Dalam rekaman CCTV terlihat, pelaku yang menaiki sepeda motor matic mendatangi tempat laundry milik Agus Bison.

Viral Satu Keluarga Curi Ponsel di Toko Laundry
Istimewa
Rekaman CCTV saat pelaku pencurian ponsel di toko laundry yang dilakukan satu keluarga di Jalan Sosial, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GROGOL PETAMBURAN - Aksi pencurian di sebuah tempat laundry di Jalan Sosial, Grogol Petamburan, Jakarta Barat yang dilakukan tiga orang diduga satu keluarga viral di media sosial.

Berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian, pelaku berjumlah tiga orang yakni diduga pasangan suami istri serta anak mereka yang berusia sekitar 7 tahun.

Dalam rekaman CCTV terlihat, pelaku yang menaiki sepeda motor matic mendatangi tempat laundry milik Agus Bison.

Awalnya, sang ibu yang terlihat turun dan masuk ke dalam toko laundry bermodus menanyakan pakaiannya meski ia tak memiliki kertas bon pemesanan laundry pakaian.

Selang beberapa waktu saat ibu tengah mengalihkan perhatian korban, giliran sang anak turun dan memasuki toko tersebut.

Tak berselang lama, anak itu pun kembali naik ke atas motor sambil memasukan ponsel korban ke dalam saku kantong celananya.

Setelah itu, sang ibu pun kembali ke atas motor dan ketiganya langsung melarikan diri.

Kedai Kopi di Kota Tua Ini Ajak Mantan Narapidana Jadi Seorang Barista

Diduga Korsleting Listrik, Mobil Mercy Terbakar di Cempaka Putih

Korban Tak Lapor

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Rensa Aktadivia membenarkan kejadian pencurian itu terjadi di wilayahnya pada Rabu (26/6/2019)

Namun, Rensa mengatakan pihaknya tidak bisa melanjutkan penyelidikan kasus tersebut karena korban enggan melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian.

"Kami sudah mendatangi lokasi namun korban tidak mau membuat laporan," kata Rensa saat dikonfirmasi, Jumat (28/6/2019).

Rensa mengatakan sesuai Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 maka untuk kasus pencurian biasa korban harus mengalami kerugian minimal Rp 2,5 juta.

"Untuk kasus ini korban mengalami kerugian Rp 1 juta," tuturnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved