Wali Murid Akui Dipungut Biaya Komputer Hingga Instalasi Proyektor di SDN Pondok Pucung 2

Wali murid lulusan SDN Pondok Pucung 2 Tangsel mengakui adanya pungutan yang diminta pihak sekolah untuk sejumlah kebutuhan belajar mengajar.

Wali Murid Akui Dipungut Biaya Komputer Hingga Instalasi Proyektor di SDN Pondok Pucung 2
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Bukti pembayaran instalasi proyektor dan uang komputer yang dimiliki mantan wali murid SDN Pondok Pucung 2, Tangerang Selatan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Wali murid lulusan SDN Pondok Pucung 2, Tangerang Selatan (Tangsel) mengakui adanya pungutan yang diminta pihak sekolah untuk sejumlah kebutuhan belajar mengajar dan kegiatan.

Diberitakan TribunJakarta.com, SDN Pondok Pucung 2 sedang mendapat sorotan karena mantan guru honorernya, Rumini (44) yang berusaha membongkar dugaan praktik pungli yang dijalankan jajaran sekolah.

TribunJakarta.com menemui tiga wali murid yang anaknya baru saja lulus dari sekolah yang berlokasi di kecamatan Pondok Aren.

Demi keamanan narasumber, nama para wali murid itu sengaja disamarkan.

Bukti pembayaran instalasi proyektor dan uang komputer yang dimiliki mantan wali murid SDN Pondok Pucung 2, Tangerang Selatan.
Bukti pembayaran instalasi proyektor dan uang komputer yang dimiliki mantan wali murid SDN Pondok Pucung 2, Tangerang Selatan. (Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Yang pertama adalah Naya.

Wanita yang menyekolahkan dua anaknya di SDN Pondok Pucung 2 itu mengaku selalu membeli buku pelajaran untuk anaknya dari kelas I sampai kelas VI.

Padahal, buku pelajaran harusnya sudah bisa dikover oleh biaya operasional sekolah (BOS) dan disokong biaya operasional sekolah daerah (BOSDA).

"Saya dari anak saya dari kelas satu, sekarang memang sudah SMP ya, ya memang beli terus sih. Dari murid murid nih pada beli enggak dari pemerintah, saya sih terus terang saja ya," ujar Naya.

Ia mengatakan cara pembelian buku itu dengan cara kolektif sesama wali murid, Rp 65 ribu per buku atau per tema.

Halaman
1234
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved