Kerjasama dengan Bank Indonesia, Sudin LH Jakbar Garap Wisata Pengolahan Sampah di Cengkareng

"Kedua, BI ternyata tertarik mengembangkan wisata edukasi pengolahan sampah, mungkin minggu depan sudah mulai dikerjakan," katanya.

Kerjasama dengan Bank Indonesia, Sudin LH Jakbar Garap Wisata Pengolahan Sampah di Cengkareng
TRIBUNJAKARTA.COM/LEO PERMANA
Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto saat ditemui di kantornya, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto mengatakan pihaknya sedang melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia (BI).

Adapun kerjasama yang dilakukan ialah dalam pengembangan wisata edukasi pengolahan sampah di Asrama Kebersihan, Bambu Larangan, Cengkareng Jakarta Barat.

Ia menjelaskan ini kali keduanya pihaknya melakukan kerjasama dengan BI, dimana yang pertama dalam pembuatan Kampung Cerdas (cermat dalam memilah sampah).

"Kedua, BI ternyata tertarik mengembangkan wisata edukasi pengolahan sampah, mungkin minggu depan sudah mulai dikerjakan," katanya, Minggu (30/6/2019).

Edy memaparkan pada wisata edukasi pengolahan sampah nanti, di bank komposnya akan pihaknya buatkan gerai.

Kemudian juga akan dibuat Laboratorium Edukasi Pengolahan Sampah, TPS (tempat penampungan sementara) 3R, serta gerai di Bank Kompos Induk.

"Bahkan kita akan coba bikin pengolahan sampah organik menggunakan magot atau larva dari lalat hitam," ujarnya.

Menyoal magot, Edy mengatakan bahwa hewan itu akan memakan sisa makanan kuliner.

Lalu kotorannya juga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk, dan magotnya sendiri bisa jadi pakan ternak.

"Jadi ada tiga keuntungan, dia bisa makan sampah organik, kotorannya bisa jadi pupuk, lalu magot juga bisa jadi pakan ternak," jelas Edy.

Edy menuturkan bila pada minggu depan pihaknya sudah mulai secara bertahap lakukan pembenahannya.

"Karena BI sudah support, mereka sudah memberikan tambahan biaya untuk kita, termasuk untuk pengembangan untuk operasi," tuturnya.

"Nanti ada bangunannya, magotnya juga nanti ada kandangnya. Kemudian nanti Laboratorium juga akan kita buat bangunan, di lab itu jadi nanti masyarakat bisa tahu cara mengolah sampah secara audiovisual," kata Edy.

Penulis: Leo Permana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved