Masih Ditemukan Pengendara Motor Nekat Terobos HBKB di Jakarta Barat

Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi kualitas udara di Jakarta.

Masih Ditemukan Pengendara Motor Nekat Terobos HBKB di Jakarta Barat
TribunJakarta.com/Leo Permana
Sejumlah warga yang beraktivitas di kegiatan HBKB Jakarta Barat, Minggu (30/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Leo Permana

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi kualitas udara di Jakarta.

Di antaranya penggunaan kendaraan bermotor oleh masyarakat di ibu kota.

Pada kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta Barat hari ini, ia pun menemukan sejumlah pengendara yang masuk ke area HBKB.

Hal itu disayangkannya, karena kegiatan HBKB masih berlangsung dan jalanan masih belum dibuka bagi pengendara bermotor.

"Itu lihat saja warga, jalan ditutup dia naik motor, belum dibuka kan padahal jalannya," katanya saat ditemui di kegiatan HBKB Jakbar, Minggu (30/6/2019).

"Jadi kesadaran warganya yang masih kurang, padahal ini HBKB kan harusnya dia tahu dan sudah mengerti dan ini kan tidak setiap hari, sebulan hanya sekali pelaksanaannya," lanjutnya.

Berikut Arti Setiap Mimpi Buruk yang Kita Alami, Mimpi Dikejar Hantu Berarti Kamu Sedang Tertekan!

Pentapan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung KPU

Ratusan Produk UMKM Ramaikan Festival Danau Sunter

Kemudian, lanjutnya, Jakarta juga dikelilingi oleh kota-kota penyangga yang banyak berdiri pabrik.

Di antaranya Bekasi dan Tangerang, menurutnya udara  yang terbawa ke Jakarta juga dapat memengaruhi.

Faktor terakhir yang dia sebutkan yaitu dari tingkah laku masyarakat yang membakar sampah.

Edy menyampaikan bila sampah organik saja yang dibakar, mungkin masih bisa dimaklumi karena tidak terlalu banyak partikel-partikel udaranya.

"Tapi kalau sudah unorganik, contoh sampah plastik itu sudah menimbulkan racun di udaranya. Selama ini orang tidak mengerti itu akan menimbulkan polusi, makanya warga juga harus sadar untuk tidak membakar sampah," jelas Edy.

Ia menuturkan sampah-sampah itu sebenarnya bisa dikelola masyarakat.

Edy mencontohkan di Jakarta Barat yang Bank Sampah Induknya (BSI) dia rasa sudah cukup bagus.

"Dimana sampah unorganiknya bisa kita salurkan ke situ (BSI) jadi tidak usah dibakar, sampah organiknya yang sisa-sisa tumbuhan bisa dijadikan kompos," kata Edy.

Penulis: Leo Permana
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved