Penderita Asma Meningkat, Polusi dan Penggunaan Inhaler yang Salah Menjadi Penyebab Utama

faktor kedua makin meningkatnya penderita asma karena masih banyak penyandang asma yang salah dalam penggunaan inhaler.

Penderita Asma Meningkat, Polusi dan Penggunaan Inhaler yang Salah Menjadi Penyebab Utama
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Seminar tentang diagnosa asma dan penatalaksanaannya di Auditorium Siloam Hospital Karawaci, Minggu (30/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Penyakit asma kian hari semakin meningkat, satu diantaranya karena polusi udara dan asap di perkotaan dalam jangka waktu yang lama.

"Kondisi ini akan semakin meningkat mulai dari serangan asma akut dari stadium ringan hingga yang dapat mengancam jiwa atau mengakibatkan kematian," kata dokter Samuel, saat memberikan penjelasan seminar tentang diagnosa asma dan penatalaksanaannya di Auditorium Siloam Hospital Karawaci, Minggu (30/6/2019).

Dokter Samuel berharap para peserta nantinya bisa mendapatkan pemahaman dan penanganan yang tepat untuk membantu pasien dalam penanganan yang tepat bagi penderitanya.

Samuel melanjutkan, faktor kedua makin meningkatnya penderita asma karena masih banyak penyandang asma yang salah dalam penggunaan inhaler.

Tanpa Bilik Asmara, Ahmad Dhani Kembali Tinggal Berdesakan dengan 11 Napi di Rutan Cipinang

"Sekitar 75 persen pasien masih melakukan kesalahan dalam menggunakan inhaler secara tidak benar, untuk itu cara penggunaan inhaler sangat penting sekali," sambungnya.

Dikesempatan yang sama, dokter Leonardo Simanjuntak menjelaskan perbedaan asma akut dan kronis lantaran masih banyaknya kesalahan dalam mendiagnosa penyakit asma.

Asma akut lebih tepat untuk digunakan pada penyakit yang diderita dalam durasi yang relatif singkat atau dalam waktu yang cepat.

Sedangkan, kata Leonardo, istilah kronis digunakan untuk menjelaskan suatu penyakit yang diderita dalam kurun waktu yang lama atau berkembang secara perlahan lahan.

"Asma bisa juga disebabkan karena udara yang terlalu dingin sehingga akan mengalami batuk yg menerus terutama saat malam hari atau pagi hari," katanya.

Ia juga memaparkan tentang perbedaan pemberian inhaler dan oral bagi pasien.

"Pemberian inhaler lebih bagus karena langsung ke dalam paru paru, Sementara pemberian oral prosesnya lebih lama karena harus melalui beberapa organ di dalam tubuh. Setelah pemakaian inhaler pastikan pasien harus berkumur," jelasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved