VIDEO Kebakaran Hebat di Pabrik Plastik Dinaplast Cikarang, Sebagian Besar Bangunan Porak Poranda

Sementara untuk bagian depan gedung pabrik masih nampak utuh, namun kaca yang meyelimuti dinding gedung nampak hancur.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG TIMUR - Kebakaran besar yang melanda pabrik plastik PT Dinasplast di Kawasan Jababeka, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi membuat hampir sebagaian besar bangunan porak poranda.

Pantauan TribunJakarta.com, kondisi pabrik plastik PT Dinasplast saat ini porak poranda. Hampir sebagian besar bangunan gedung hancur usai insiden kebakaran Sabtu, (29/6/2019) kemarin.

Bagian belakang atap gedung pabrik yang mejadi pusat kebaran roboh, puing-puing masih berserakan kepulan asap kecil hitam juga masih nampak terlihat di bagian belakang tersebut.

Sementara untuk bagian depan gedung pabrik masih nampak utuh, namun kaca yang meyelimuti dinding gedung nampak hancur.

Puing-puing sisa pecahan kaca juga masih nampak berserakan.

Kebakaran di Pabrik Plastik Dinaplast Cikarang, Diduga Ada Kesalahan Penanganan APAR Saat Api Muncul

Kalolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Candra Sukma Kumara memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sejauh ini, pihak masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran besar tersebut.

"Kita masih lakukan penyelidikan, pemasangan garis polisi, puslabfor juga sudah melakukan pengecekan ke TKP," kata Candra saat dikonfimasi, Minggu (30/6/2019).

Butuh waktu lebih dari lima jam untuk memadamkan api yang melahap pabrik pengolahan biji plastik terebut.

Kepala Seksi Penanggulangan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi Agus Candra mengatakan, kebakaran yang terjadi pada Sabtu siang kemarin itu baru benar-benar berhasil dipadamkam hingga larut malam.

"Sekitar jam 12 malam baru benar-benar padam ya, karena di dalam pabrik itu didominasi bahan plastik yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan," jelas dia.

Sebanyak 12 unit mobil pemadam dikerahkan, Damkar Kabupaten Bekasi juga hingga kini menyiagakan sejumlah unit mobil pemadam untuk pendinginan.

"Sampai sekarang masih proses pendinginan, karena di bawahnya masih panas, ketika terkena terik matahari bisa menguap dan muncul api lagi," ujar dia.

Adapun untuk kerugian hingga saat ini belum dapat ditaksir, namun usai insiden kebakaran, aktivitas produksi tidak dapat dilakukan lantaran hampir sebagian besar bangunan utama hacur.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved