Bus Listrik Resmi Beroperasional pada 2020, Kemenhub Pastikan Tarifnya Tetap Biasa

Meskipun biaya investasi yang digelontorkan untuk bus listrik ini tinggi, sambungnya, tidak akan memengaruhi tarif.

Bus Listrik Resmi Beroperasional pada 2020, Kemenhub Pastikan Tarifnya Tetap Biasa
TRIBUNJAKARTA.COM/LITA FEBRIANI
Bus listrik Transjakarta, Monas, Minggu (19/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Bus listrik direncanakan bakal resmi beroperasi pada 2020 mendatang di wilayah DKI Jakarta.

Hal tersebut membuat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi angkat bicara.

Budi, sapaannya, mengatakan tarif yang akan dikenakan terhadap bus listrik nantinya tetap biasa.

Meskipun biaya investasi yang digelontorkan untuk bus listrik ini tinggi, sambungnya, tidak akan memengaruhi tarif.

"Tidak berpengaruh, itu kan tarifnya kami yang menentukan, tarifnya tetap biasa. Bukan berarti investasinya tinggi, tarifnya juga tinggi," kata Budi, di kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Dia melanjutkan, beberapa bus listrik telah dilakukan uji coba.

Menurut dia, bus listrik yang sudah diuji coba pun memiliki potensi yang baik.

"Kemarin, mau minta maju satu lagi dari bus transJakarta. Mereka mau mengajukan juga uji tipe untuk bus listrik. Tapi masih proses," ucapnya.

Selain operator transJakarta, sambungnya, pihak Damri juga ingin mengadakan bus listrik.

"Intinya, bus listrik kalau menurut saya, walaupun mungkin harganya cukup tinggi, tapi bus listrik berpotensi untuk dijalankan, terutama di kota-kota. Tapi pelayanan tidak usah terlampau jauh, mungkin dari bandara ke kota," tuturnya.

Ketua DPRD DKI : Mantan Menpora Adhyaksa Dault Ingin Mencalonkan Diri jadi Wagub DKI

Verrell Bramasta Putus dari Natasha Wilona, Venna Melinda: Dia Punya Keputusan Terbaik

Pemkot Jakarta Pusat Jamin Seluruh Kebutuhan Korban Kebakaran di Tanah Abang Terpenuhi

Namun, kata Budi, Kemenhub masih menunggu instruksi presiden (inpres) untuk pengadaan bus listrik.

"Bahkan di situ, salah satu klausul adalah ada kemudahan bagi pemilik atau pengusaha untuk bus listrik ya. Mungkin dari sisi parkir dan sebagainya," imbuh Budi.

"Saya kira jalan lah ya. Saya kan cuma melakukan uji tipe saja," pungkasnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved