Cerita Pemulung Tanah Abang, Mengais Rezeki Kumpulkan Paku Bekas dari Sisa Kebakaran

Wardi (40), salah satunya, ia mengaku sudah berusaha mencari paku menggunakan sebuah magnet sejak pukul 09.00 WIB.

Cerita Pemulung Tanah Abang, Mengais Rezeki Kumpulkan Paku Bekas dari Sisa Kebakaran
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wardi (40), pemulung yang tengah mencari paku di reruntuhan sisa kebakaran pemukiman padat Tanah Abang, Senin (1/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Atya Bima Suci

TRIBUNJKARTA, TANAH ABANG - Kebakaran yang terjadi pada Minggu (30/6/2019) dini hari kemarin membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pemulung.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, beberapa orang pemulung tampak mengais rezeki diantara reruntuhan puing-puing bangunan sisa kebakaran.

Teriknya matahari yang menerpa mereka siang ini tak menghalangi niat mereka untuk mencari beberapa barang korban kebakaran yang masih bisa dijual kembali.

Wardi (40), salah satunya, ia mengaku sudah berusaha mencari paku menggunakan sebuah magnet sejak pukul 09.00 WIB.

Bahkan, sampai siang ini, ia mengaku telah berhasil mengumpulkan paku seberat 20 kilogram.

Warung yang hangus terbakar akibat kebaran di Jalan Jatibunder, RT 16/09, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).
Warung yang hangus terbakar akibat kebaran di Jalan Jatibunder, RT 16/09, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

"Ini bisa dijual lagi, sekilo bisa laku Rp 2.000. Saya sudah dapat 20 kilo-an lah sampai siang ini, semogga bisa cari lebih banyak lagi," ucapnya, Senin (1/7/2019).

Sementara itu, Salma (48), pemulung lainnya, tampak sibuk mengais puing-puing sisa kebakaran.

Dengan seksama dan teliti, ia terlihat mengumpulkan satu per satu kayu dan besi yang ia masukkan ke dalam sebuah karung putih yang dibawanya.

Dari usahanya mengais rezeki dari puing sisa kebakaran itu, Salma mengaku bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

Warung yang hangus terbakar akibat kebaran di Jalan Jatibunder, RT 16/09, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).
Warung yang hangus terbakar akibat kebaran di Jalan Jatibunder, RT 16/09, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

"Bisa sampai Rp 100 ribu lebih lah kalau dari penjualan barang-barang bekas puing kebakaran," ujarnya.

Uang hasil pengumpulkan barang-barang sisa kebakaran itu, dikatakan Salma, ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Enggak banyak sih, tapi lumayan buat tambahan makan anak," kata Salma.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved