Citra Ojek Online Menurun Gara-gara Perilaku Oknum Driver Lawan Arus

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir menilai bahwa citra driver ojek online sekarang telah berubah.

TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir saat menghadiri peresmian pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk mitra driver Grab Indonesia di Kawasan Komersial Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir menilai bahwa citra driver ojek online sekarang telah berubah.

Pada periode awal kemunculannya di Indonesia, kata Nasir, ojek online mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri peresmian pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) untuk mitra driver Grab Indonesia di Kawasan Komersial Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019).

"Kenapa? Karena ada simbol yang jelas dan penampilan sebagai pelayan masyarakat itu ada," ujar dia.

Namun, menurutnya, saat ini citra dan apresiasi kepada ojek online mengalami penurunan karena perilaku oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Penampilannya tidak sebagai pelayan masyarakat, contoh tidak pakai sepatu," kata Nasir.

"Kemudian lawan arus. Bukan apa-apa, itu risikonya sangat fatal. Itu yang sering terjadi. Selanjutnya mungkin memotong lajur," tambahnya.

Beri Pelatihan P3K Kepada Ratusan Mitra Driver, Grab Harap Dapat Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas

Pukuli dan Rampas Uang Penumpang Perempuan, Oknum Mitra Gojek Ajak Korbannya Keliling Jakarta

Di sisi lain, Sementara itu, Nasir mengapresiasi program pelatihan P3K yang dilakukan Grab Indonesia.

Ia pun berharap pelatihan tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas.

"Kami apresiasi inisiatif Grab untuk memberikan pelatihan secara resmi. Jangan sampai menolong korban, bukannya selamat malah jadi lebih parah karena kesalahan kita dalam memberikan pertolongan," tutur Nasir.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved