Ini Dia Faktor Penyebab Penurunan Penglihatan Pada Mata

Low Vision ialah penurunan penglihatan yang menyebabkan terbatasnya kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri.

Ini Dia Faktor Penyebab Penurunan Penglihatan Pada Mata
eremnews.com
() 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Rendahnya kesadaran diri sendiri dan orang tua terkait kesehatan mata, jadi pemicu anak usia 0 sampai 18 tahun mengalami low vision.

Low vision ialah penurunan penglihatan yang menyebabkan terbatasnya kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri.

Diketahui, low vision menyebabkan aktivitas membaca teks berukuran kecil pada buku, koran, komputer, HP, televisi dan membaca tulisan sendiri terasa sulit.

Serta berjalan di lingkungan baru juga menjadi aktivitas sulit bagi penderita low vision.

5 Orang Dirujuk Pemeriksaan Lanjutan Usai Diperiksa Mata Gratis di RPTRA Payung Tunas Teratai

Terhitung mulai Senin (1/7/2019) sampai Selasa (16/7/2019), Low Vision Yayasan Pelayanan Anak dan Keluarga (Layak) bekerjasama dengan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta Timur dan dinas terkait menggelar pemeriksaan mata secara gratis di 10 Kecamatan yang ada di wilayah Jakarta Timur.

Untuk Kecamatan Cipayung digelar di RPTRA Payung Tunas Teratai pada hari ini, Senin (1/7/2019) dan dihadiri sebanyak 75 warga dengan usia 0-18 tahun.

Natalia Christina (43), salah satu perwakilan Low Vision Layak mengatakan kurangnya kesadaran pada diri sendiri merupakan salah satu penyebab banyaknya low vision.

"Eranya sudah gadget sehingga banyak yang bermain gadget. Anak-anak juga bermain gadget dengan jarak yang terlalu dekat. Padahal setengah jam bermain saja mata sudah lelah," jelasnya.

Selain itu, kurangnya kesadaran dari orang tua untuk lebih memperhatikan perilaku anak juga menjadi faktor lainnya.

"Kadang orang tua juga kurang memperhatikan perilaku anak. Namun hal ini masih bisa dicegah dengan tidak memaksakan kesehatan, kesadaran akan kesehatan mata dari diri sendiri dan orang tua. Kemudian gaya hidup sehat juga bisa menjadi pencegahan," sambung dia.

Sementara itu menurut Wakil Ketua 4 PKK Kecamatan Cipayung Wiwi (53) mengatakan faktor lain dari kurangnya kesadaran diri sendiri ialah malasnya warga untuk melakukan pemeriksaan mata gratis.

"Sebenarnya ini merupakan program yang bagus untuk pencegahan kebutaan. Selain diri sendiri kurang menjaga kesehatan mata, faktor lainnya juga datang dari si yang bersangkutan. Misalnya mereka dapat tranaport atau tidak untuk ke lokasi pemeriksaan. Akhirnya saya bilang yang mau ajalah," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved