Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RS Polri, Perempuan yang Lepaskan Anjing di Masjid Masih Gelisah

Meski saat dibawa ke RS Polri Kramat Jati tak didampingi suaminya, Henny memastikan ada pihak keluarga yang mendampingi selama dia diperiksa.

Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RS Polri, Perempuan yang Lepaskan Anjing di Masjid Masih Gelisah
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA 
dr. Henny Riana di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Hasil pemeriksaan kejiwaan SM (52), yang melepas anjingnya di Masjid Al Munawaroh, Kabupaten Bogor pada Minggu (30/6/2019) bakal keluar dalam waktu dua pekan dari sekarang.

Satu psikater yang memeriksa kejiwaan SM, dr. Henny Riana mengatakan kondisi perempuan yang memiliki riwayat gangguan jiwa sejak tahun 2013 itu kini masih gelisah.

"Masih gelisah, jadi tentu kita tidak bisa segera semua dalam waktu yang secepat-cepatnya itu menanyakan semuanya dan semua harus dijawab seperti yang kita mau ya, belum bisa," kata Henny di RS Polri Kramat Jati, Senin (1/7/2019).

Lantaran masih gelisah itu, SM belum dapat menjelaskan alasannya melepas anjing dan memaki jemaat Masjid Al Munawaroh.

Meski saat dibawa ke RS Polri Kramat Jati tak didampingi suaminya, Henny memastikan ada pihak keluarga yang mendampingi selama dia menjalani pemeriksaan.

6 Dokter Jiwa RS Polri Periksa Kejiwaan Perempuan yang Bawa Anjing ke Masjid

"Nemanin dalam arti, namanya pasien lagi diobservasi untuk visum tidak ada keluarga yang bisa tinggal tidur dengan dia. Jadi polisi akan menemani, tapi keluarga kita panggil untuk kebutuhan observasi," ujarnya.

Henny menyebut SM masih dapat berkomunikasi dengan keluarganya meski dalam porsi terbatas dan tetap dipantau penyidik Satreskrim Polres Kabupaten Bogor.

Untuk sekarang dia mengatakan pihaknya belum dapat menggali banyak informasi dan memastikan bagaimana kondisi kejiwaan SM.

"Ini baru, baru tadi malam. Jadi informasi yang tergali belum banyak. Dengan observasi beberapa hari, atau yang maksimal 14 hari itu, bisa kita dapat hal lebih akurat," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved