Kemenhub Bakal Terapkan Aturan Ojek Online di 20 Kota Besar

"Provinsi-provinsi lain pasti ada. Pokoknya zona satu, zona dua, dan zona tiga harus terwakili," ujar Budi.

Kemenhub Bakal Terapkan Aturan Ojek Online di 20 Kota Besar
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, saat memberikan keterangan kepada Wartawan, di kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, menyebut bakal memberlakukan aturan ojek oline (ojol) pada 20 kota besar di Indonesia.

Budi, sapaannya, mengatakan aturan yang dimaksud yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub/PM) nomor 12 tahun 2019 dan keputusan Menteri (Kepmen/KM) nomor 348 tahun 2019 tentang peraturan tarif.

"Akan saya perluas lagi menjadi 20 kota besar. Mungkin kita akan berlakukan semuanya, jadi bertahap," kata Budi, di kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Sayangnya, Budi tidak menyebut spesifik nama-nama 20 kota tersebut.

"Provinsi-provinsi lain pasti ada. Pokoknya zona satu, zona dua, dan zona tiga harus terwakili," ujar Budi.

Budi pun belum dapat memastikan kapan aturan tarif ojol bakal dilaksanakan pada 20 kota tersebut.

"Saya akan perhitungkan, karena saya juga perlu mengawasi. Mungkin setelah kami berlakukan berapa lama, baru bisa jalan. Setelah evaluasi bagus, nanti kita perluas lagi," ujar Budi.

Perluasan aturan ojol, kata Budi, dilakukan lantaran pihak operator, Grab dan Gojek, mengusulkan untuk memperluas aturan tersebut di sejumlah wilayah Indonesia.

"Kalau usulan Grab per provinsi, katakanlah Jawa Tengah, berarti kota-kota di dalamnya masuk. Jadi kalau usulan dari Grab itu cukup banyak kota yang diterapkan. Tapi kalau Gojek, usulannya per kota. Ada dalam tiap provinsi dan kota-kota tertentu saja," jelasnya.

Cegah Vandalisme, Sejumlah Kolong Tol di Pesanggrahan Dicat Mural

Viral Ajakan Jangan Pajang Foto Presiden, Anies Baswedan: Negara Diatur Pakai Aturan, Bukan Selera

Deretan Fakta Purnawirawan TNI AL Tewas di Depok: Meteran Listrik Diturunkan dan Banyak Bercak Darah

"Kemarin setelah kita diskusikan, karena ini cukup banyak ternyata, ada 222 kota di Indonesia yang sudah ada ojol, jadi supaya kita memudahkan pengawasan, akhirnya kita menentukan kota saja," lanjutnya.

Budi mengatakan, hal tersebut juga sudah disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

"Saya sudah laporkan pak menteri kemarin, pak menteri juga setuju, tapi memang dipilih kota kotanya," pungkas Budi

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved