Konsep Buy The Service, Kemenhub: Akan Diuji Coba di 3 Kota Besar

Kata Budi, jika uji coba buy the service di tiga kota tersebut berhasil, makan Kemenhub bakal melakukannya lagi pada tiga kota lain.

Konsep Buy The Service, Kemenhub: Akan Diuji Coba di 3 Kota Besar
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, saat memberikan keterangan kepada Wartawan,┬ádi kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, menyebut konsep buy the service akan dilaksakan di tiga kota besar.

Budi, sapaannya, mengatakan tiga kota besar tersebut di antaranya Medan, Solo, dan Palembang.

"Sebetulnya ada enam. Medan, Palembang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Tapi yang akan menjadi contoh itu tiga kota saja. Yang jelas rencana kita ada enam, tetapi untuk uji coba lay out-nya kita di tiga kota. Tapi mungkin salah satunya termasuk untuk dukung LRT itu di Palembang," kata Budi, di kawasan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Kata Budi, jika uji coba buy the service di tiga kota tersebut berhasil, makan Kemenhub bakal melakukannya lagi pada tiga kota lain.

"Setelah tiga ini kelihatan hasilnya dan berhasil, baru kita akan perbanyak lagi. Uji coba ini bakal kami lakukan pada tahun 2020," ucapnya.

Menyoal anggaran, lanjutnya, Kemenhub sudah mengalokasikan sekitar Rp200 miliar.

"Anggarannya sudah kita masukkan sekarang. Jadi anggaran dua ratus miliar itu belum tentu, karena kita masih mengkaji dulu. Tergantung koridornya. Tapi, kalau dari Medan kan banyak nih, kalau Palembang kan tidak," jelasnya.

Terungkap Alasan Pengumuman Hasil PPDB SMA dan SMK Banten Ditunda

Andre Rosiade Prediksi Prabowo akan Bertemu Jokowi Bulan Juli, Ungkap dalam Rangka Hal Ini

Menang Lomba Jakarnaval 2019, Wali Kota Jakarta Utara: Ini Prestasi Luas Biasa

Budi menambahkan, konsep buy the service yaitu pembelian layanan oleh pemerintah kepada pihak swasta guna mengoperasikan angkutan.

Kata Budi, ini termasuk moda transportasi Bus Rapid Trans (BRT).

Nantinya, sambung Budi, yang akan bertugas sebagai operator adalah pihak swasta alias non-pemerintah.

"Operatornya swasta nanti, dilelang. Pemerintah Daerah (Pemda) paling memikirkan masalah komitmennya. Kemudian, bantuan-bantuan untuk menentukkan koridornya. Tetapi kalau anggarannya dari kami," jelas Budi.

"Anggaran sudah kita masukkan dan tinggal ketuk palu. Bulan Oktober atau November 2019 harus sudah lelang," pungkasnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved