Perlawanan Warga Terkait Ganti Rugi Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bos Angkasa Pura Angkat Bicara

Blokade tersebut bentuk penolakan warga setempat atas belum diberikannya uang ganti rugi pembangunan landasan pacu (Runway) 3 sampai sekarang.

Perlawanan Warga Terkait Ganti Rugi Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bos Angkasa Pura Angkat Bicara
TribunJakarta/Ega Alfreda
Direktur Utama PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin (tengah) saat ditemui di Airport Operation Control Center (AOOC) Bandara Soekarno-Hatta, Senin (1/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pertikaian antaran warga, PT Angkasa Pura II, dan Pengadilan Negeri Tangerang soal pembebasan lahan landasan pacu (Runway) 3 Bandara Soekarno-Hatta tidak menemukan titik terang.

Bahkan, polemik yang terjadi sejak 2016 tersebut semakin keruh hingga warga RW 15 Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang memblokade paksa Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta.

Blokade tersebut bentuk penolakan warga setempat atas belum diberikannya uang ganti rugi pembangunan landasan pacu (Runway) 3 sampai sekarang.

Bahkan warga nekat melakukan tindakan yang membahayakan penerbangan dengan membakar ban bekas dan bermain layangan dekat landasan pacu.

Menurut Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, pihaknya sudah melakukan konsinyasi (penitipan uang ganti rugi) ke Pengadilan Negeri untuk pembebasan lahan tanah sengketa warga itu.

"Jadi kalau secara pembiayaan dan alokasi dana pembayaran sudah kami titipkan ke Pengadilan Negeri Tangerang. Ini yang kemudian perlu suatu pemahaman bersama dan itu sudah dilakukan oleh pengadilan negeri. Cuma mungkin belum ada kesepakatan," jelas Awaluddin di Airport Operation Control Center (AOOC) Bandara Soekarno-Hatta, Senin (1/7/2019).

PT. Angkasa Pura II pun mengklaim sudah membebaskan 3.021 bidang tanah seluas 167 hektare sesuai kebutuhan proyek Runway 3 dengan total ganti rugi sebesar Rp3,35 triliun sejak Januari 2019.

Sementara, uang ganti rugi yang sudah dititipkan ke Pengadilan Negeri Tangerang berjumlah Rp430,35 miliar.

2 Siswa Yang Diterima Melalui Zonasi Umum di SMAN 48 Jakarta Timur Tidak Lapor Diri

Andritany Ardhiyasa Cedera Patah Tangan, Pelatih Kiper Persija Jakarta Tak Khawatir

Cegah Vandalisme, Sejumlah Kolong Tol di Pesanggrahan Dicat Mural

Lanjut Awaluddin, kini Angkasa Pura II tengah melakukan mediasi antara Pengadilan Negeri Tangerang dengan 700 warga terdampak.

"Sekarang yang sedang kami upayakan adalah mediasi Pengadilan Negeri Tangerang dengan pihak masyarakat yang bersengketa," ucap Awaluddin.

Namun ia memastikan bahwa hal tersebut tidak mengganggu pembangunan proyek nasional tersebut.

Ditargetkan landasan pacu terbaru tersebut dapat beroperasi pada pertengahan bulan Juli 2019.

"Jadi kita tetap fokus konsentrasi sesuai janji kita akan dioperasikan untuk panjang lintasan 2500 meter dan mudah-mudahan pertengahan Juli sudah bisa beroperasi," tutup Awaluddin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved