Satu Terduga Teroris di Bekasi Ditangkap Tanpa Perlawanan

"Sepengetahuan saya lihat, diborgol pakai tali tis, si perempuan enggak, anak digendong, laki-laki diborgol," jelas dia.

Satu Terduga Teroris di Bekasi Ditangkap Tanpa Perlawanan
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
TKP penangkapan terduga teroris di Perumahan Griya Syariah RT01/RW07 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Satu orang terduga teroris berinisial A ditangkap Densus 88 di sebuah rumah di Perumahan Griya Syariah, Blok G RT01, RW07, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi ditangkap tanpa perlawanan.

Rojiun, ketua RT setempat mengatakan, terduga teroris A ditangkap tenpa perlawanan. Sebanyak enam mobil dengan jumlah personil sekitar 30 orang datang ke lokasi penangkapan.

"Enggak ada perlawanan, cuma sempet diomongin aja sama polisi enggak lama langsung dibawa tiga orang sama anak kecil satu," kata Rojiun kepada TribunJakarta.com, Senin (1/7/2019).

Tiga orang yang diamankan yakni A terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI), Rusdan kakak ipar sekaligus pemilik rumah, istrinya dan satu orang anaknya.

Terduga Teroris Terciduk Saat Menginap di Rumah Kakak Iparnya di Bekasi

"Sepengetahuan saya lihat, diborgol pakai tali tis, si perempuan enggak, anak digendong, laki-laki diborgol," jelas dia.

Dia tidak begitu mengetahui apakah ada benda atau barang bukti yang diamankan saat penangkapan tersebut.

Adapun terduga teroris A singgah di rumah kakak iparnya sejak Sabtu (29/6/2019). Dia menginap di sana selama satu malam setelah selanjutnya ditangkap Densus 88.

"Cuma menginap aja, yang tinggal di sana Pak Rusdan sama istri dan anaknya, sudah lapor ke saya semenjak di tinggal di sana," ungkap Rojiun.

Rusdan dan Istri serta anaknya kemudian dipulangkan setelah sebelumnya sempat ikut diamankan. Menurut Rojiun, mereka tidak terlibat dan selanjutnya hanya diminta wajib lapor ke RT setiap kali ingin pergi meninggalkan rumah.

"Minggu siang sudah dipulangkan, tapi kata polisi cuma wajib lapor karena dia kakak iparnya kan, hari ini mereka juga ijin ke saya mau ke Duren Sawit, abis dia lapor ke saya, saya langsung terusin ke Bimaspol sini," ujar dia.

Penangkapan A merupakan pengembangan dari operasi Densus 88 di Hotel Adaya Kranggan Jatisampurna, Kota Bekasi pada, Sabtu (29/6/2019). Pimpinan jaringan teroris JI berinisial PW, isrtinya berinisial MY dan seorang teruduga lainnya BS, berhasil ditangkap saat singgah di hotel tersebut.

Selain di Bekasi, polisi juga menangkap terduga teroris yang merupakan jaringan JI di Ponorogo, Jawa Tengah yakni BT alias Haedar pada Minggu (30/6/2019).

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved