Sudah Diintai, Ketua RT Cerita Peristiwa Sebelum Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi

"Sudah dipantau jauh-jauh hari, waktu itu ada orang ngajak patungan beli lele, kita ceburin terus kita pancing iseng-iseng aja," kata Rojiun

Sudah Diintai, Ketua RT Cerita Peristiwa Sebelum Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
TKP penangkapan terduga teroris di Perumahan Griya Syariah RT01/RW07 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BABELAN - Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris Jaringan Islamiyah (JI) berinisial A di Perumahan Griya Syariah, Blok G, RT01, RW07, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/6/2019).

Rojiun, ketua RT setempat mengungkapkan, sebelum aksi penangkapan itu, dia sempat bertemu seorang diduga pengintai yang sempat dia temui di sekitar perumahan tepatnya di dekat empang atau danau.

Di lokasi tersebut, banyak warga yang kerap memancing ikan termasuk dirinya, namun beberapa hari sebelum penangkapan seseorang mengajaknya membeli ikan secara patungan.

"Sudah dipantau jauh-jauh hari, waktu itu ada orang ngajak patungan beli lele, kita ceburin terus kita pancing iseng-iseng aja," kata Rojiun kepada TribunJakarta.com, Senin (1/7/2019).

Rojiun mengaku tidak menanyakan asal orang itu. Sebab, orang yang diduga pengintai terduga teroris itu berpakaian laiknya warga sekitar dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong.

Rojiun Ketua RT 01 RW07 Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan, Bekasi.
Rojiun Ketua RT 01 RW07 Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan, Bekasi. (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

"Enggak nanya-nanya dari mana karena saya kira orang sinikan ya paling jauh-jauh orang kampung sbelah, dia kasi duit ngajak patungan beli ikan Rp 30 ribu,"imbuhnya.

Kejanggalan mulai muncul manakala yang lain memancing, orang tersebut justru tidak terlihat fokus. Pandangannnya selalu tertuju pada rumah penangkapan terduga teroris di Perumahan Griya Syariah.

"Saya suruh, 'Bang sini saja ngelepasin ikannya kan di sini'. Dia jawab, 'Enggak apa-apa saya hiburan saja' sambil menghadap ke rumah Pak Rusdan (rumah penangkapan terduga teroris). Dia selalu menghadap ke situ," ucapnya.

Dia baru menyadari orang itu ada pengintai ketika proses penangkapan terduga teroris pada Sabtu (30/6/2019). Ciri-ciri pria berkuncir membuat dia ingat ketika ia tengah mengawal Densus 88.

Terduga Teroris Terciduk Saat Menginap di Rumah Kakak Iparnya di Bekasi

Jajaran Polres Tangsel Sambangi Keluarga Polisi Korban Aksi Terorisme

Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RS Polri, Perempuan yang Lepaskan Anjing di Masjid Masih Gelisah

"Pas penangkapan liat ternyata saya kenalin, dia ngikut. Pokoknya dia di luar nungguin mobil. Saya perhatiin, wah ini yang patungan lele nih. Berarti dia diintai udah lama. Udah di empang udah tiga hari," jelas dia.

Penangkapan A merupakan pengembangan dari operasi Densus 88 di Hotel Adaya Kranggan Jatisampurna, Kota Bekasi pada, Sabtu (29/6/2019). Pimpinan jaringan teroris JI berinisial PW, isrtinya berinisial MY dan seorang teruduga lainnya BS, berhasil ditangkap saat singgah di hotel tersebut.

Selain di Bekasi, polisi juga menangkap terduga teroris yang merupakan jaringan JI di Ponorogo, Jawa Tengah yakni BT alias Haedar pada Minggu (30/6/2019).

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved