Dindikbud Tangsel Pecat Rumini Hanya Berdasarkan Keterangan Guru, Tanpa Keterangan Murid

Ketidakcakapan yang dimaksud adalah membuat kegaduhan di kalangan guru dan melakukan bullying verbal kepada murid, serta jarang absen.

Dindikbud Tangsel Pecat Rumini Hanya Berdasarkan Keterangan Guru, Tanpa Keterangan Murid
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Guru honorer di Tangerang Selatan, Rumini (44) menunjukkan surat pemecatan di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pemecatan Rumini, mantan guru honorer SDN Pondok Pucung 2, Tangerang Selatan (Tangsel) yang diteken oleh Kepala Dinas Pendidikandan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel, ternyata tidak berdasarkan keterangan yang berimbang.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pangkal pemecatan Rumini adalah laporan kepala sekolah atas ketidakcakapan guru seni itu dalam mengajar.

Ketidakcakapan yang dimaksud adalah membuat kegaduhan di kalangan guru dan melakukan bullying verbal kepada murid, serta jarang absen.

Laporan itu bersamaan dengan laporan Rumini ke Dindikbud terkait adanya dugaan pungli yang memberatkan murid dan penyelewengan penggunaan dana biaya operasional sekolah (BOS) dan dana biaya operasional sekolah daerah (BOSDA).

Pihak Dindikbud menerjunkan tim investigasi menelusuri kedua laporan itu. Hasilnya, Rumini dipecat dan dugaan pungli dibantah pihak sekolah.

Namun hasil investigasi tim Dindikbud tidak berimbang. Pasalnya mereka hanya mengklarifikasi kasus itu kepada guru-guru saja, tanpa berusaha sekalipun mengkroscek dari murid ataupun wali murid.

Hal itu diakui Hasim, Kepala Seksi PTK Dikdas Dindikbud Tangsel, salah satu investigator.

"Belum, saya enggak nanya ke wali murid, karena saya hanya nanya kepada guru di situ," ujar Hasim saat dihubungi awak media, Selasa (2/7/2019).

Keluhan wali murid terhadap Rumini hanya berdasarkan klaim dari pihak sekolah tanpa dikroscek lebih jauh kepada wali murid itu sendiri.

"Orang tua murid mengeluh terhadap anak melakukan tindakan tindakan, saya nanya memang ke guru seperti tindakan verbal, artinya ngomonglah kasarlah. Ada pengaduan orang tua murid di sekolah," ujarnya.

Tutorial Pastikan Akun Whatsapp di Ponsel Kamu Diretas Atau Tidak, Selain Update Aplikasi Simak Ini

Hati-hati! Laser Hijau yang Dijual di Pinggir Jalan Bisa Butakan Mata, Ini Penjelasan Peneliti

Tekad dan Ambisi Shahar Ginanjar Gantikan Peran Andritany Ardhiyasa di Persija Jakarta

Anehnya, keluhan itu baru muncul setelah Rumini mengajar selama tujuh tahun sejak 2012 dan bersamaan dengan protes yang disampaikannya.

Ditanya terkait hal itu, Hasim bungkam dan melemparkannya ke pihak sekolah.

"Kalau dari 2012 itu kurang paham saya, itu ranah kepala sekolah di sana," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved