Disdik Kota Bekasi Sebut Kesalahan Jarak Zonasi Akibat Faktor Orangtua

"Diduga mereka saat verifikasi jarak zonasi di Google Maps tidak tepat, sehingga jarak yang terdata tidak sesuai," kata Mawardi

Disdik Kota Bekasi Sebut Kesalahan Jarak Zonasi Akibat Faktor Orangtua
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah warga mengeluh di Dinas Pendidikan Kota Bekasi akibat jarak zonasi PPDB tidak tepat, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN Kota Bekasi mengalami kendala lantaran, sejumlah orangtua siswa melakukan komplain jarak zonasi yang dianggap tidak sesuai.

Masalah ini muncul ketika orangtua mendaftarkan anaknya secara online dengan memasukkan nomor token yang telah didapat ke website PPBD Kota Bekasi. Mereka mendapati nilai jarak zonasi anaknya terlalu jauh padahal, rumah mereka berdekatan dengan sekolah.

Kepala Seksi Pendidikan SMP Disdik Kota Bekasi Mawardi mengatakan, kesalahan ini muncul diduga akibat orangtua pada saat melakukan pra pendaftaran berupa verifikasi jarak yang dilakukan sebelum daftar online 17-29 Juni 2019 lalu.

"Kendala pertama dari faktor orangtua, diduga mereka saat verifikasi jarak zonasi di Google Maps tidak tepat, sehingga jarak yang terdata tidak sesuai," kata Mawardi kepada TribunJakarta.com, Selasa (2/7/2019).

Zonasi tahun ajaran 2019/2020 merupakan zonasi murni, kelulusan siswa ditentukan dari jarak zonasi. Semakin dekat rumah siswa dengan sekolah tujuan akan semakin besar peluang lolos PPDB online.

Wajar menurut dia jika kemduadian banyak orangtua melakukan komplain akibat nilai jarak zonasi yang kelebihan. Adapun kata dia, kendala kedua yakni dari sistem Google Maps yang belum dapat membaca secara detail lokasi rumah siswa.

Tutorial Pastikan Akun Whatsapp di Ponsel Kamu Diretas Atau Tidak, Selain Update Aplikasi Simak Ini

Muncul Sederet Nama Calon Menteri Kabinet Jokowi-Maruf, Tanggapan Istana hingga Penjelasan Jokowi

Pedagang Bakso Nyaris Disabet Parang, Ibu Pelaku: Bapaknya Mau Ditusuk

"Terutama yang rumahnya di perkampunyan, mereka pada saat verifikasi kemarin cukup kesulitan, petugas kami terus menanyakan patokan yang terbaca di Google Maps, bahkan ada yang diminta tunjukkan lokasi rumahnya mereka kebingungan karena tidak terbaca secara detail, jadi upaya yang dilakukan pasti mencari titik terdekat dari rumahnya," jelas dia.

Mawardi menegaskan, pihaknya sampai saat ini terus melakukan pelayanan komplain dari orangtua siswa. Sebanyak tujuh loket pelayanan dibuka dan diharapkan hari ini dapat rampung.

"Komplain berupa perbaikan mereka kita minta verifikasi ulang dengan penetapan titik ulang di Google Maps, setelah selesai dan jaraknya sudah tepat mereka bisa daftar lagi di sekolah tujuan," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved