PPDB 2019

Jarak Zonasi PPDB Kota Bekasi Eror, Ada Calon Siswa yang Jarak Rumah dengan Sekolah Nol Meter

"Itu sama kasusnya (penempatan titik saat verifikasi zonasi), itu ada kesalahan di operator juga kayaknya," kata Mawardi.

Jarak Zonasi PPDB Kota Bekasi Eror, Ada Calon Siswa yang Jarak Rumah dengan Sekolah Nol Meter
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sejumlah orangtua siswa saat komplain jarak zonasi PPBD online yang tidak sesuai di Kantor Disdik Kota, Jalan Lapangan Tengah Bekasi Timur, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengakui masih terdapat kesalahan baik pada sistem maupun kesalahan operator dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya jalur zonasi tingkat SMP Negeri.

Salah satunya yakni sempat beberapa siswa yang nilai zonasi PPDB online mendapat jarak nol meter. Artinya, siswa bersangkutan tinggal berada di dalam lingkungan sekolah.

Kepala Seksi Pendidikan SMP Disdik Kota Bekasi Mawardi mengatakan, ada beberapa siswa di sejumlah SMPN yang mendapat nilai jarak nol meter. Diantaranya, SMPN 5 dan SMPN 34 satu orang, lalu SMPN 49 sebanyak lima orang.

"Itu sama kasusnya (penempatan titik saat verifikasi zonasi), itu ada kesalahan di operator juga kayaknya," kata Mawardi kepada TribunJakarta.com, Selasa (2/7/2019).

Disdik Kota Bekasi Sebut Kesalahan Jarak Zonasi Akibat Faktor Orangtua

Saat ini pihaknya sudah melakukan perbaikan dan didapati jarak yang sebenarnya. Adapun diantara siswa yang sempat mendapat jarak nol meter itu memang letak rumahnya berdekatan dengan sekolah. Ada yang hanya 60 meter atau 100 meter.

"Sudah kita print out jejak digitalnya ternyata titiknya di tiang bendera itu, bisa jadi kesalahan klik operator sudah menentukan lokasinya, pas diklik lari di sistem apa gimana enggak ngerti juga, tapi sudah kita perbaiki, tidak ada lagi yang nol meter," jelas dia.

Adapun kesalahan jarak zonasi masih jadi kendala utama PPDB tahun ajaran 2019/2020. Sejumlah orangtua hari ini juga mendapati kendala nilai jarak zonasi yang tidak sesuai sehingga radiusnya jauh dari sekolah tujuan.

Zonasi tahun ajaran 2019/2020 merupakan zonasi murni, kelulusan siswa ditentukan dari jarak zonasi. Semakin dekat rumah siswa dengan sekolah tujuan akan semakin besar peluang lolos PPDB online.

Wajar menurut kata Mawardi, jika kemudian banyak orangtua melakukan komplain akibat nilai jarak zonasi yang kelebihan. Adapun kata dia, kendala kedua yakni dari sistem Google Maps yang belum dapat membaca secara detail lokasi rumah siswa.

"Terutama yang rumahnya di perkampungan, mereka pada saat verifikasi kemarin cukup kesulitan, petugas kami terus menanyakan patokan yang terbaca di Google Maps, bahkan ada yang diminta tunjukkan lokasi rumahnya mereka kebingungan karena tidak terbaca secara detail, jadi upaya yang dilakukan pasti mencari titik terdekat dari rumahnya," paparnya.

Mawardi menegaskan, pihaknya sampai saat ini terus melakukan pelayanan komplain dari orangtua siswa. Sebanyak tujuh loket pelayanan dibuka dan diharapkan hari ini dapat rampung.

"Komplain berupa perbaikan mereka kita minta verifikasi ulang dengan penetapan titik ulang di Google Maps, setelah selesai dan jaraknya sudah tepat mereka bisa daftar lagi di sekolah tujuan," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved