Keluh Kesah Orang Tua Murid Soal PPDB Zonasi di Tangerang

Mursal merasa dirugikan dengan adanya sistem zonasi tersebut lantaran putri kesayangannya secara otomstis tidak dapat mengemban ilmu di SMPN 1

Keluh Kesah Orang Tua Murid Soal PPDB Zonasi di Tangerang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pendaftaran PPDB tingkat SMP di SMPN 1 Cisauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CISAUK - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tangerang penuh dengen keluh orang tua murid.

Seperti yang ada di PPDB tingkat SMP di SMPN 1 Cisauk, Kabupaten Tangerang yang diwarnai oleh protes orang tua murid.

Mursal seorang calon orang tua murid sedang menunggu di ruang tunggu SMPN 1 Cisauk dengan muka cemberut.

Ternyata anaknya tidak dapat diterima di SMP tersebut karena permasalahan kartu keluarga (KK).

"Bingung juga, katanya berdasarkan ketentuan juknis (petunjuk teknis) KK harus minimal sau tahun, kami baru tujuh bulan tinggal di sini. Bingung, tidak bisa dengan zonasi," ujar Mursal di SMPN 1 Cisauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/2019).

Mursal merasa dirugikan dengan adanya sistem zonasi tersebut lantaran putri kesayangannya secara otomstis tidak dapat mengemban ilmu di SMPN 1.

"Zonasi di Kabupaten kan nilainya 80 persen, kalau prestasi, memang nilai anak saya tinggi 249,0. Tapi kan peluangnya hanya 15 persen," keluh dia.

Sementara satu diantara beberapa guru yang menjadi panitia PPDB mengaku peraturan yang dijalankan sudah mengikuti juknis yang ada.

Yakni harus menyertakan Kartu Keluarga dengan minimal bertempat tinggal setidaknya satu tahun.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved