Larangan Iklan Rokok di Internet Rugikan Petani Tembakau, KNPK Minta Penjelasan Kemenkominfo

"Malam disurati, besoknya langsung direspon dengan mengeluarkan statment ada 114 url yang akan diblokir," tambahnya.

Larangan Iklan Rokok di Internet Rugikan Petani Tembakau, KNPK Minta Penjelasan Kemenkominfo
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) usai beraudiensi dengan Kemenkominfo di ruang pers Kemenkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) bersama sejumlah petani tembakau hari ini mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Mereka datang untuk meminta kejelasan dari Kemenkominfo soal surat edaran larangan iklan rokok di internet yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa waktu lalu.

Mayoritas Provinsi yang Diminta Prabowo-Sandi Pemillu Ulang Basis Jokowi, Iklan Bioskop Disorot

Koordinator KNPK Muhammad Nur Azami menyebut, surat edaran yang dikeluarkan oleh Kemenkes tersebut disikapi dengan terburu-buru oleh Kemenkominfo.

Pasalnya, sehari setelah menerima surat edaran tersebut, Kemenkominfo menyebut telah menemukan 114 situs yang akan diblokir lantaran melanggar peraturan soal penayangan iklan rokok.

"Kami menilai surat edaran Kemenkes yang meminta Kominfo memblokir iklan rokok di internet ini disikapi terburu-buru," ucapnya, Selasa (2/7/2019).

"Malam disurati, besoknya langsung direspon dengan mengeluarkan statment ada 114 url yang akan diblokir," tambahnya.

Terlebih, selama ini, ia menyebut pihaknya tidak pernah diajak berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Padahal, isu ini menyebabkan kekhawatiran yang besar di kalangan petani tembakau.

"Ketidakpastian tentang pemblokiran iklan rokok di internet ini membuat multilayer effect. Ada dua yang dirugikan, yaitu media atau pengusaha periklanan dan petani tembakau sendiri," ujarnya kepada awak media.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved