Miliki Riwayat Gangguan Jiwa, Perempuan Pelepas Anjing di Masjid Sebelumnya Pernah Lepas Kendali

"Sudah beberapa tahun (mengidap gangguan jiwa). Ada riwayatnya (lepas kendali) dan itu akan kita masukkan dalam visum," kata Esther di RS Polri

Miliki Riwayat Gangguan Jiwa, Perempuan Pelepas Anjing di Masjid Sebelumnya Pernah Lepas Kendali
TribunJakarta/Bima Putra
dr. Sp KJ Esther Sinsuw (kiri) di RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Perempuan yang melepas anjing di Masjid Al Munawaroh, Kabupaten Bogor pada Minggu (30/6/2019) dipastikan memiliki riwayat gangguan jiwa sejak beberapa tahun lalu.

Satu dokter jiwa RS Polri yang menangani pemeriksaan kejiwaan SM, dr. Sp KJ Esther Sinsuw mengatakan SM yang kini berstatus tersangka penodaan agama sebelumnya sudah pernah lepas kendali.

Hal ini diketahui setelah tim dokter RS Polri bekerja sama dengan sejumlah dokter jiwa dari beberapa Rumah Sakit yang pernah menangani SM.

"Sudah beberapa tahun (mengidap gangguan jiwa). Ada riwayatnya (lepas kendali) dan itu akan kita masukkan dalam visum," kata Esther di RS Polri, Selasa (2/7/2019).

Namun dia mengaku tak dapat membeberkan tindakan apa yang dilakukan SM saat lepas kendali karena bersifat rahasia medis.

Dia hanya menyebut bahwa tindakan yang dilakukan SM ketika lepas kendali terbilang cukup parah.

"Cukup parah (tindakannya)," ujarnya.

Ramalan Zodiak Besok, Rabu 3 Juli: Gemini Harus Lebih Sabar, Scorpio Dapat Kenalan Baru

Diterpa Badai Cedera, PSS Sleman Siap Permalukan Persija Jakarta Dihadapan The Jakmania

Warga Rusun Komarudin Keluhkan Harga Air Yang Mahal: Airnya Bau Besi

Dokter jiwa RS Polri lainnya, dr. Sp KJ Henny Riana mengatakan ada perbedaan dalam pikiran, perasaan, dan perilaku seorang pengidap gangguan jiwa.

Bila pada umumnya pikiran, perasaan, dan jiwa orang pada umumnya selaras, maka pada pengidap gangguan jiwa tak selaras dan cenderung bisa dilihat orang awam.

"Pada orang yang terganggu jiwanya ada perbedaan. Dia memikirkan apa tapi perilakunya bagaimana, omongannya apa, perasannya bagaimana. Itulah yang terjadi. Makannya secara awam orang bisa melihat ada gangguan jiwa," jelas Henny.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved