Penyidik KPK Jadwalkan Periksa Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk Kasus Bowo Sidik

Enggartiasto bakal diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik

Penyidik KPK Jadwalkan Periksa Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk Kasus Bowo Sidik
TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, berkunjung ke tempat pengrajin tempe dan tahu di Kopti Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (19/9/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

Mendag Enggartiasto bakal diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Pemeriksaan Mendag Enggartiasto dilakukan tim penyidik KPK untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, pegawai PT Inersia yang juga orang kepercayaan Bowo Sidik Pangarso.

"Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka IND (Indung)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada pewarta, Selasa (2/7/2019).

Selain Mendag Enggartiasto, penyidik KPK turut memanggil empat orang unsur swasta, yakni Andriyan Fauzi Nasution, Harisman, Zulkarnaen Nasution, dan Jimmy Samudera.

Kemudian ada seorang notaris bernama Dyna Mardiana. Kesemuanya bakal menjadi saksi untuk tersangka Indung.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti sebagai tersangka.

Dianggap Tidak Efektif, Gubernur Banten Akan Temui Menteri Pendidikan Soal PPDB 2019

Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3) hingga Kamis (28/3) dini hari.

Bowo melalui Indung diduga menerima suap dari Asty dan petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia lainnya terkait kerja sama pengangkutan menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia.

Tak hanya suap dari PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo juga diduga menerima gratifikasi dari pihak lain.

Secara total, suap dan gratifikasi yang diterima Bowo mencapai sekitar Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPK Periksa Mendag Enggartiasto Lukita untuk Kasus Bowo Sidik

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved