Breaking News:

Sebut Gerindra Bisa Jadi Oposisi Loyal, Andre Rosiade: Pak Jokowi Punya Kabinet, Kami Bikin Bayangan

Andre Rosiade menyebut Gerindra bisa membentuk kabinet bayangan untuk memberikan kontribusi membangun bangsa.

YouTube Metrotvnews
Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade menyebut Gerindra bisa membentuk kabinet bayangan untuk memberikan kontribusi membangun bangsa.

Pernyataan tersebut dilontarkan Andre Rosiade saat membahas arah politik Gerindra.

Andre Rosiade menjelaskan, sampai saat ini Gerindra belum menentukan arah politiknya.

Namun, Andre Roside berpendapat jika dalam bekerjasama dengan Jokowi dan Maruf Amin tak mengharuskan partainya ikut dalam pemerintahan.

Menurutnya, menjadi opisisi pun Gerindra dapat tetap memberikan kontribusi.

Andre Rosiade menjelaskan bahwa Gerindra siap menjadi oposisi yang loyal.

Gerindra akan mendukung kebijakan Jokowi yang dianggap baik.

Dapat Potongan 10 Persen, Calon Pengunjung GIIAS 2019 Bisa Pesan Tiket Online

Kakak Fairuz A Rafiq Sebut Galih Ginanjar Banyak Hutang pada Keluarganya, Fadia: Belagu Banget Sih!

Jika dianggap kurang baik, maka Gerindra akan memberikan kritik dan solusi.

"Kami bisa menjadi oposisi yang loyal dan konstruktif di mana kebijakan Pak Jokowi yang baik bagi bangsa dan negara kita dukung, kebijakan yang kami anggap kurang baik, kami tinggal kritisi dan kami berikan solusi yang lebih baik," ujar Andre Rosiade seperti dilansir dari tayangan YouTube Metrotvnews, Selasa (2/6/2019).

Andre Rosiade
Andre Rosiade ((KOMPAS.Com/Fitria Chusna Farisa))

Selain itu, lanjutnya, Partai Gerindra pun bisa memberikan kontribusi lainya seperti membentuk kabinet bayangan.

Hal itu guna memberikan solusi alternatif bagi masyarakat jika kebijakan pemerintah dinilai kurang baik.

"Dengan cara bisa juga Pak Jokowi punya kabinet, kami bikin kabinet bayangan, yang memberikan solusi alternatif bagi masyarakat kalau kebijakan pemerintah Pak Jokowi tidak tepat," bebernya.

Terlepas dari hal itu, Andre Rosiade menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan tiga langkah untuk menentukan arah politik.

Musim Kemarau, Alang-alang Lahan Terbuka di Cakung Terbakar

Wacana Adhyaksa Dault Jadi Wagub DKI, Dukungan Prasetyo Edi Hingga Respons Wakil Ketua Pansus

Pertama, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal.

Kedua, Prabowo Subianto akan melakukan komunikasi dengan pendukung dan relawannya.

"Menyerap aspirasi dan mendengar maunya relawan seperti apa dan bicara untuk Indonesia ke depan.

TONTON JUGA:

Ketiga, lanjut Andre Rosiade, Prabowo Subianto akan melangsungkan pertemuan dengan Jokowi.

"Silaturahim untuk menurunkan tensi, merajut kebersamaan. Kalau kapan tentu butuh waktu kita harus biacara dulu dengan pendukung," jelasnya.

"Ini kan luka masih menganga," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono menyebut jika partai lebih baik bergabung dengan pemerintahan Jokowi ketimbang menjadi oposisi.

Pernyataan tersebut berbanding terbalik dengan Wakil Sekjen Gerindra, Andre Rosiade.

Musim Kemarau, Alang-alang Lahan Terbuka di Cakung Terbakar

Siswi SMA di Makassar Jadi Pelaku Begal, Aniaya dan Jual Ponsel Korban Seharga Rp 750 Ribu

Andre Rosiade terkesan lebih memilih untuk menjadi opisisi ketimbang bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

Arief Poyuono sendiri mengatakan, dirinya akan menjadi kader Gerindra yang mendorong Prabowo Subianto untuk bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-Maruf Amin.

Hal itu disampaikan Arief Poyuono saat diwawancara dalam program Prime Talk Metro TV.

Meski begitu, kata Arief Poyuono, hingga saat ini belum ada pertemuan internal Gerindra untuk membahas hal itu.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra, Arief Poyuono (YouTube Metrotvnews)

"Akan menjadi orang Gerindra yang meminta partai saya dan Pak Prabowo untuk bisa berkoalisi dengan Pak Joko Widodo," ujarnya seperti dilansir dari tayangan YouTube Metrotvnews, Selasa (2/7/2019).

Usulan tersebut akan ia sampaikan dalam rapat internal Gerindra.

Sebab menurutnya, bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-Maruf akan lebih banyak manfaatnya untuk Indonesia.

Anies Soroti Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Institusi Wartawan Saat Pelantikan Pengurus PWI

Laga Persija Jakarta Vs Persib Bandung Kemungkinan Digelar di SUGBK

"Kalau ada rapat saya akan menyarankan bahwa lebih baik dan lebih banyak manfaatnya bagi masyarakat Indonesia," terangnya.

"Karena dengan kita berkoalisi, selesai sudah, artinya tinggal kita tunggu di 2024 kita menyiapkan pimpinan nasional 2024 yang jauh lebih baik untuk bisa menerima tongkat estafet dari Pak Joko Widodo," tambahnya.

SIMAK VIDEONYA:

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved