PPDB 2019

Sejumlah Warga Sampaikan Keberatan ke Disdik Kota Bekasi Karena Jarak Zonasi Tidak Tepat

Seharusnya kata dia, jarak antara rumah dengan sekolah tujuan hanya sekitar 130 meter. Hal ini membuat dia terpaksa mengajukan komplain ke Disdik

Sejumlah Warga Sampaikan Keberatan ke Disdik Kota Bekasi Karena Jarak Zonasi Tidak Tepat
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah warga menyampaikan keberatan di Dinas Pendidikan Kota Bekasi akibat jarak zonasi PPDB tidak tepat, Selasa (2/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri, sejumlah warga mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi di Jalan Lapangan Tengah, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (2/7/2019).

Mereka komplain akibat jarak zonasi dianggap tidak tepat sehingga merugikan saat melakukan pendaftaran PPDB online yang berlangsung sejak kemarin, Senin (1/7/2019).

Sarimah (50), warga Jalan Letnan Arsyad, RT05, RW01, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi mengaku jarak zonasi rumahnya dengan SMPN 7 Kota Bekasi menjadi sekitar sembilan kilometer pada saat mendaftar PPDB online.

Seharusnya kata dia, jarak antara rumah dengan sekolah tujuan hanya sekitar 130 meter. Hal ini membuat dia terpaksa mengajukan komplain ke Disdik Kota Bekasi.

"Seharunya enggak sampai 9 kilo, karena ada tetangga saya rumahnya deket satu RT dia udah lolos, jarak zonasi pas daftar cuma 130 meter, harusnya saya juga sekitar segitu," kata Sarimah.

Sarimah mendaftarkan putranya bernama Muklis Tanjung di SMPN 7 Kota Bekasi, dia berharap setelah perbaikan ini putranya bisa lolos PPDB melalui jalur zonasi dan bisa bersekolah di tempat yang tidak jauh dari rumahnya.

"Saya ke sini (Disdik) dari jam 10 pagi, tadi sempet ke sekolah terus diarahin ke sini, ketahuan jaraknya enggak sesuai pas kemarin mau daftar, masukin nomor (token) terus pas dicek jaraknya jauh, pasti enggak lolos anak saya kalau pakai jarak segitu (9 kilometer)," jelas dia.

Hal yang sama dirasakan Rusmono (39), warga yang juga tinggal di Jalan Letnan Arsyad RT05, RW 01, Kelurahan Kayuringin ini mengaku jarak rumahnya menjadi sekitar 600 meter lantaran kesalahan sistem penitikan tempat tinggal dengan jarak sekolah.

"Harusnya enggak sampai segitu, saya sama sekolah deket cuma sekitar 100 meter, tapi di sistemnya malah jadi 600 meter," ungkap Rusmono.

Julio Banuelos Percaya Diri Persija Jakarta Bisa Permalukan PSS Sleman di Stadion Patriot

PPDB 2019 Jalur Non Zonasi Dibuka, Wali Murid Masih Ada yang Ambil Token di SMAN 72 Jakarta

Siswi SMA di Makassar Jadi Pelaku Begal, Aniaya dan Jual Ponsel Korban Seharga Rp 750 Ribu

Adapun saat ini dia masih berusaha mengajukan komplain di Disdik Kota Bekasi dengan membawa formulir token pendaftaran yang sudah didapat sejak tahapan pra pendaftaran pada 17-29 Juni 2019 lalu.

Proses komplain ini nantinya orangtua melakukan verifikasi ulang dengan melakukan penetapan titik rumah di sistem zonasi PPDB. Hinga sore hari, sejumlah warga masih nampak memadati kantor Disdik Kota Bekasi.

Mayoritas dari mereka memiliki kendala yang sama yakni komplain zonasi jarak yang dianggap tidak tepat.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan SMP Disdik Kota Bekasi, Mawardi mengatakan, pihaknya membuka tujuh loket pelayanan untuk mengakomodir warga yang komplain.

"Kita upayakan semua rampung hari ini, setelah selesai diurus komplainnya, warga bisa langsung mendaftar lagi, pendaftaran PPDB online kita tutup besok, makanya hari ini harus selesai semua komplainnya," ungkap dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved