Human Initiative PKPU Gelar Pelatihan Jurnalis Ketika Bertugas Liputan Bencana

Tomy Hendrajati mengatakan, Sphere adalah panduan standar minimum penanganan kebencanaan.

Human Initiative PKPU Gelar Pelatihan Jurnalis Ketika Bertugas Liputan Bencana
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Presiden Human Initiative Tommy Hendrajati dijumpai wartawan usai menjadi pembicara pelatihan jurnalis dalam menghadapi liputan bencana 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS- Human Initiative dari PKPU, menggelar pelatihan untuk jurnalis dari berbagai media dan pengenalan standar minimum dalam bantuan kemanusiaan (Sphere).

Pelatihan tersebut, berlangsung sejak kemarin Selasa (2/7/2019) hingga hari ini, bertempat di Fave Hotel Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas, Kota Depok, dan Kantor Human Initiative di Jalan Anggrek No 97, Cimanggis, Kota Depok.

Sejumlah pembicara andal dan kawakan di bidangnya, ikut ambil bagian menjadi pembicara dalam pelatihan tersebut

Diantaranya adalah Presiden Human Initiative Tommy Hendrajati, Ari Djanuar Prasetyo, Muhammad Kaimuddin, Syahri Ramadhan dari CRS Indonesia, hingga. Lestantya R Baskoro wartawan senior dan merupakan anggota Dewan Pers.

Tomy Hendrajati mengatakan, Sphere adalah panduan standar minimum penanganan kebencanaan.

Dalam pelatihan tersebut, para jurnalis juga mendapat pelatihan teknik menulis ketika tengah terjun liputan dalam sebuah bencana.

“Pelatihan bagi jurnalis bertujuan memberikan pemahaman tentang panduan kode etik Sphere dalam pemberitaan bencana. Serta memberikan pemahaman tentang tehnik penulisan berita kemanusiaan sesuai dengan kode etik,” ujar Tommy di Fave Hotel Margonda, Rabu (3/7/2019).

Anak Kedua Bani Seventeen Berusia Seminggu, Cindri Wahyuni: Allah Punya Rencana Terbaik

Kembangkan Konektivitas Layanan Transportasi, PT MRT Jakarta Berkolaborasi dengan PT Blue Bird

Respon Mak Vera saat Billy Syahputra Sebut Uang Olga Rp 1,5 Miliar Dicuri: Mengapa Baru Diungkap?

Tommy mengatakan, peran media sangat penting ketika terjadi bencana untuk menginformasikan kepada masyarakat.

"Kami pertama kali mengadakan pelatihan ini dan sekaligus momentum bagi kami untuk menuntaskan tugas dan program-program organisasi kemanusiaan," kata Tommy.

Menurut Tommy, media harus mengurangi mengeksplore kesedihan korban bencana, dan menampilkan sisi yang lebih positifnya.

"Memberikan informasi yang menghormati martabat masyarakat yang terdampak bencana, tidak memberikan dokumentasi video yang justru mengangkat kesedihan mereka. Ini upaya untuk mempercepat proses pemulihan pada mereka yang terdampak bencana," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved