Kepala Rusun Pulogebang Jamin Tak Ada Tunggakan Siluman, Vita: Warga Salah Paham

Rusun Komarudin yang berada di bawah pengelolaan UP Rusun Pulogebang terletak di Jalan P Komarudin 2, Cakung, Jakarta Timur.

Kepala Rusun Pulogebang Jamin Tak Ada Tunggakan Siluman, Vita: Warga Salah Paham
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Kepala Rusun Pulogebang, Vita saat ditemui di kantor pengelola Rusun Pulogebang, Rabu (3/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kepala Rusun Pulogebang, Vita bantah adanya tunggakan siluman di Rumah Susun Komarudin, Cakung, Jakarta Timur.

Rusun Komarudin yang berada di bawah pengelolaan UP Rusun Pulogebang terletak di Jalan P Komarudin 2, Cakung, Jakarta Timur.

Saat ditemui TribunJakarta.com di Kantor Pengelola Rusun Pulogadung, Vita menuturkan para warga hanya salah paham terkait laporan keuangan yang ada.

Ia menjamin pihaknya tidak ada yang melakukan tunggakan siluman seperti yang dituduhkan warga.

"Sejak tahun 2015 kita sudah tidak lagi menerima cash. Penghuni langsung setor ke Bank DKI. Sehingga tidak ada lagi penerimaan cash. Kita ini sistemnya terkoneksi dengan Bank DKI. Semua tercatat, sehingga saya kaget begitu adanya laporan fiktif. Sebab segala pembayaran merupakan rekapan dari Bank DKI langsung," jelasnya, Rabu (3/7/2019).

Pembayaran unit sewa yang terbagi dalam 3 komponen yakni biaya sewa, air dan denda kerap kali disalah pahami oleh warga.

Kesalahan pahaman tersebut diceritakannya seperti yang dialami oleh Naek Sitanggang. Naek merupakan warga Blok F Lantai 2 Rusun Komarudin.

Naek Sitanggang mengalami denda senilai Rp 3,8 juta yang terhitung dari Agustus-Desember 2018 lalu.

"Ini sebenarnya hanya miskom saja. Untuk Rusun Komarudin itu, berdasarkan data yang ada, tagihan sudah dibebankan ke penghuni rusun walaupun rusun belum dihuni. Misalnya kasus Bapak Naek Sitanggang, ia memulai awal debet pada Bulan April 2019. Debet itu sebenarnya untuk pembayaran pada bulan Desember 2014. Namun pemahaman di Bapak Naek, dia membayar segitu untuk bulan itu (April 2019)," sambungnya.

Nantinya pihak Pengelola Rusun Pulogebang akan memanggil Naek Sitanggang dan beberapa lain untuk menjelaskan miss komunikasi yang ada terkait laporan keuangan.

VIDEO Hal Seputar Burung Dara Rp 1 Miliar, Cerita Pembeli Hingga Kemampuan dan Perawatannya

PPSU Setu Kerap Pergoki Warga Buang Sampah di Jalan Kramat Oyar Setu

Live Streaming Persija Vs PSS Sleman, Simic Bawa Macan Kemayoran Unggul Sementara

Banyaknya warga yang kurang memahami hal tersebut, membuat pihak pengelola akan melakukan sosialisasi kembali sampai para penghuni rusun paham terkait laporan keuangan yang ada.

Diberitakan sebelumnya, Naek Sitanggang, penghuni Rusun Komarudin menceritakan adanya tunggakan siluman.

Beberapa warga lain pun juga menceritakan hal yang demikian.

Para warga merasa tertipu dengan adanya surat edaran pembayaran tunggakan denda sementara mereka rutin membayar biaya sewa dan air tiap bulannya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved