Memasuki Hari Ketiga, Tim Dukungan Psikososial Dampingi Anak Korban Kebakaran di Tanah Abang

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, mereka tampak asik bermain dengan dua orang pendamping psikososial di dekat tenda pengungsian.

Memasuki Hari Ketiga, Tim Dukungan Psikososial Dampingi Anak Korban Kebakaran di Tanah Abang
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Beberapa orang anak korban kebakaran di Jalan Jatibunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat tengah asik bermain dengan pendamping psikososial dari Dinas Sosial DKI Jakarta di tenda pengungsian, Rabu (3/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Memasuki hari ketiga, Tim dukungan psikososial dari Dinas Sosial DKI Jakarta terus memberi pendampingan terhadap anak-anak korban kebakaran di Jalan Jatibunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, mereka tampak asik bermain dengan dua orang pendamping psikososial di dekat tenda pengungsian.

Anak-anak itu tampak antusias menyaksikan salah seorang pendamping mempertunjukkan atraksi sulap.

Tak hanya itu, para pendamping psikososial itu juga mengajak anak-anak itu untuk membuat rumah-rumahan yang terbuat karton dan kertas.

Kemudian, anak-anak itu diminta untuk menuangkan harapan mereka terhadap rumah mereka yang beberapa hari lalu terbakar.

Ada yang berharap bisa memiliki rumah berlantai dua, kemudian ada juga anak yang berharap memiliki rumah dengan halaman luas bak lapangan sepakbola agar bisa bermain bebas.

Posko, salah satu tim dukungan psikososial anak mengatakan, beragam kegiatan ini diberikan guna mengisi kekosongan anak-anak korban kebakaran.

Tes Kepribadian, Ternyata Bentuk Telinga Bisa Ungkap Karakter Kamu Yang Sebenarnya, Cek Sekarang!

"Jadi ini untuk mengisi kekoosngan mereka, meski sebagian terlihat sudah tidak trauma tapi kegiatan ini untuk menghibur dan mensupport mereka karena harta benda dan rumah anak-anak itu terbakar habis," ucapnya, Rabu (3/7/2019).

Sementara itu, Fari Abdillah (10), anak korban kebakaran mengaku sangat senang karena masih bisa bermain dengan teman-temannya.

"Tadi berharap warung mamah bisa dibangun lagi, biar orangtua bisa kerja lagi," ujarnya.

Hal senada turut disampaikan Celsi (9), ia mengaku kontrakannya ludes terbakar bersama dengan sejumlah mainan kesayangannya.

Untuk itu, ia berharap dapat segera memiliki tempat tinggal seperti sebelumnya.

"Kemarin rumah kontrakan yang terbakar, jadi sekarang aku pengen punya rumah lagi," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved