Polisi Terus Kejar Perampok Toko Emas di Tangerang Hingga Luar Pulau Jawa

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan pengejaran terus dilakukan hingga ke luar pulau Jawa.

Polisi Terus Kejar Perampok Toko Emas di Tangerang Hingga Luar Pulau Jawa
Istimewa/dokumentasi Polresta Tangerang.
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat menyambangi toko emas Permata di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (17/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, BALARAJA - Polisi masih terus lakukan pengejaran terhadap dua pelaku perampokan toko emas Permata di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Diketahui dua pelaku tersebut beraksi pada pada Sabtu (15/6/2019) menggunakan pedang samurai dan senjata api jenis revolver.

Keduanya pun berhasil membawa kabur enam kilogram emas senilai Rp1,6 miliar dan melarikan diri menggunakan mobil Toyota Avanza putih.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan pengejaran terus dilakukan hingga ke luar pulau Jawa.

"Pengejaran terus dilakukan, tidak hanya di pulau Jawa saja," kata Sabilul kepada TribunJakarta.com, Rabu (3/7/2019).

Namun, ia tidak bisa membeberkan lebih jauh soal daerah mana yang menjadi sasaran pengejaran guna kelancaran penyelidikan.

Disunting dari akun instagram Sabilul (m.sabilul_alif), ia mengaku masih menjadi pekerjaan rumah untuk Polresta Tangerang dapat menangkap dua pelaku perampokan toko emas Permata.

Utusan Wali Kota Airin Minta Rumini Selesaikan Kasus Dugaan Pungli Secara Damai

Anies Baswedan Mengukuhkan 166 Petugas Pendamping Jemaah Haji Tahun 2019

Ia pun bertekad untuk dapat menyelesaikan tindak pidana yang sempat viral itu.

Dalam unggahannya, Sabilul menandatangani surat pengejaran terhadap pelaku yang hingga kini belum tertangkap.

"Saya menandatangani surat pengejaran bukan berarti kemarin tidak dikejar, tapi fokus pengejaran semakin terarah dan tajam, ini kasus menarik dan saatnya terungkap mata akan terbelalak melihat keanehan kasus ini dan kesulitan petugas melakukan identifikasi dan pengejaran," tulis Sabilul.

Ia pun berkomitmen keras untuk merampungkan peristiwa yang sempat menghebohkan jagad media sosial kala itu.

Sabilul secara gamblang mengancam kepada pelaku kalau tidak bisa bersembunyi dari kejaran polisi.

"Sekali lagi saya tegaskan, KALIAN bisa berlari namun tak akan bisa bersembunyi. 'You can run but you can not hide'. Ke mana pun, akan kami kejar sampai ke ujung dunia bahkan kalau perlu sampai akhirat," tegas Sabilul.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved